Derita Suparta diserang stroke hingga tergolek tak berdaya
Merdeka.com - Lebih dari tiga tahun lamanya, I Wayan Suparta (35) warga Kediri Tabanan di Bali, ini hanya tergolek di tempat tidur. Jika ingin MCK, ia harus menggunakan alat bantu tali tambang yang diikatkan di kusen jendela rumahnya.
Di tempat tinggalnya yang semi permanen ini, Suparta tidaklah sendiri. Keluarga yang tergolong miskin ini, selain dirinya juga ada istri tercinta Komang Ariani (50) dan ibunya Ketut Rasin (54) yang mengalami gangguan kejiwaan dan baru keluar dari RSJ Bangli.
Selama ini untuk hidup, dirinya hanya mengandalkan kerja keras istrinya. Kata dia, sebelum mengalami Stroke yang membuat kedua kakinya tidak bisa berjalan dan sulit berbicara, sempat bekerja sebagai tukang kebun di kawasan objek wisata Tanah Lot.
Namun Sekitar 4 tahun yang lalu, tiba-tiba Suparta mengalami stroke ringan sehingga harus menjalani terapi.
"Suami saya ini sempat menjalani terapi saat stroke ringan sampai sembuh dan bisa beraktivitas lagi dan pengobatannya dihentikan. Namun ternyata strokenya kambuh lagi sampai sekarang tidak bisa berjalan dan berbicara juga susah," ungkap Istrinya, Rabu (15/6).
Tidak hanya derita, kelumpuhan dan susah berbicara. Suparta juga sebelumnya harus mengalami kehilangan mata kiri, itu saat membersihkan rumput saat belum sakit. Katanya, saat itu mesin pemotong rumput mengenai paku dan terpental mengenai matanya.
Sementara itu, istrinya selama ini bekerja sebagai pedagang acung atau asongan berbagai souvenir kepada wisatawan di Tanah Lot.
"Jualannya pun bergilir, tidak setiap hari karena ada shift, ya kadang dapat jualan kadang juga tidak sama sekali," ujarnya.
Dalam sebulan Ariani hanya bisa mendapatkan uang Rp 500 ribu dari hasil berjualan dan sangat kurang untuk kebutuhan sehari-sehari. Bahkan karena tidak ada biaya Ariani terpaksa tidak membawa suaminya berobat.
"Untuk makan saja masih kurang apa lagi untuk berobat,"ujarnya yang berharap ada bantuan para dermawan.
Terkait kondisi warganya tersebut, Kepala Dusun Banjar Sinjuana Tengah, I Gede Arthayana mengatakan jika pihaknya sudah mengajukan ke Dinas Sosial agar Suparta mendapatkan Raskin. Karena sebelum menderita stroke Suparta tidak masuk keluarga Pra KS.
"Warga kami ini sebelumnya memang tidak masuk Pra KS karena rumahnya layak, namun karena sakit dan kita lihat kondisi keluarganya seperti itu maka tahun ini kita ajukan untuk mendapat Raskin. Mudah-mudahan cepat keluar sehingga keluarga ini bisa terbantu," ujarnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya