Derita dokter-dokter yang dikirim ke pedalaman
Merdeka.com - Dokter Dionisius Giri Samudra meninggal dunia saat internship atau magang di Puskesmas Dobo, Kota Tual, Maluku Tenggara. Dia meninggal setelah didiagnosis mengalami infeksi campak dan radang selaput otak.
Dokter RSUD Cendrawasih dr Martin, yang menangani Andra, sapaan Dionisius mengatakan, Andra mengalami demam tinggi sejak pulang dari Jakarta. Sekitar dua pekan lalu, Andra bersama dua temannya meminta izin untuk pulang.
Saat itu suhu badan Andra mencapai 40 derajat celsius. Kecurigaan awal dokter, Andra mengalami infeksi campak. Kemudian diberikan penanganan biasa dari diberi obat penurun panas.
Tapi suhu badan Andra tak juga turun. Malah kesadaran Andra semakin kacau. Bahkan kondisi suhu badannya sempat sampai 42 derajat celsius, fungsi ginjal menurun, lever terganggu, paru-parunya menjadi tak stabil.
Usaha terus dilakukan, sampai akhirnya Andra tak dapat tertolong dan mengembuskan napas terakhir Rabu malam pukul 18.18 WIT.
Cerita pilu dokter yang dikirim ke pedalaman bukan kali ini saja terjadi. Seperti dikutip dari akun Facebook Bambang Budiono, seorang dokter di Rumah Sakit Awal Bros Makassar menceritakan bahwa kejadian ini merupakan kali kedua tahun ini. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya