Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Deretan Teror Dialami Aktivis Walhi NTB & Keluarga Sebelum Rumahnya Dibakar

Deretan Teror Dialami Aktivis Walhi NTB & Keluarga Sebelum Rumahnya Dibakar Diskusi KontraS dan Koalisi Minta Presiden Terbitkan Peraturan Jaminan Para Pejuang Lingkungan Hidup. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - KontraS, Walhi, Amnesty International Indonesia serta Yayasan Perlindungan Insani Indonesia menuntut pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus percobaan pembunuhan terhadap Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nusa Tenggara Barat (NTB) Murdani, istri dan dua anaknya. Saat itu, rumah kediaman Murdani yang berada di Desa Gundul, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat dibakar oleh oknum, Senin (28/1) pukul 03.00 WITA.

Diduga pelaku keberatan atas apa yang dilakukannya bersama warga lain lantaran menolak tambang pasir atau galian C ilegal di dusun tempat tinggalnya. Selang satu bulan hingga saat ini pihak kepolisian NTB belum mengusut kasus tersebut.

Selain menuntut aparat kepolisian dan pemerintah, KontraS, Walhi, Amnesty International Indonesia serta Yayasan Perlindungan Insani Indonesia, telah melakukan investigasi lapangan setelah kejadian tersebut. Selama 31 Januari-9 Februari 2019 mereka menyelidiki, serta menemui pihak kepolisian dan 20 saksi. Ada beberapa temuan yang diduga kuat merupakan percobaan pembunuhan terencana.

Andi Muhammad Rezaldy perwakilan dari KontraS menjelaskan, ada enam temuan yang didapat mereka, yaitu sebelum kejadian tersebut selama sebulan terakhir rumah Murdani dilempari batu oleh orang yang tidak kenal. Pelemparan batu tersebut terjadi selama satu minggu.

"Istri Muradi sempat melaporkan hal tersebut kepada Murdani ketika di Jakarta. Istrinya menyebut rumahnya dilempari batu oleh orang yang tidak dikenal," kata Andi di Kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (28/2).

Sehari sebelum kejadian, 27 Januari pukul 09.00 WITA ada beberapa saksi yang melihat orang yang tidak dikenal mondar-mandir di depan rumah Murdani. Pukul 20.00 WITA, saksi kata Andi melihat ada orang yang memakai masker melintas rumah Murdani dengan memerhatikan rumah Murdani.

"Bahasa tubuh orang tersebut kata saksi sangat mencurigakan," lanjut Andi.

Lalu Senin 28 Januari kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Andi menjelaskan pihaknya menemukan 5 titik yang terindikasi, yaitu depan mobil Avanza yang berada di depan halaman rumah Murdani, depan pintu utama, dipintu dapur dan di kursi kayu. Dum truk yang tidak jauh dari rumah Murdani pun disulut api.

"Di bagian depan mobil Avanza tepat di bawah mobil tersebut diletakan bantal dan guling sempat dimasukan ke dalam rumah. Baju batik dan kaos pun sempat disulut api. Lalu beberapa meja di depan rumah Murdani dikumpulkan dan dibakar," kata Andi.

Tidak hanya itu, terdapat bola lampu yang sengaja dicopot dan CCTV yang sudah tidak aktif ditutupi yang diduga milik anak pertama Murdani. Mereka melihat dari pola tersebut ada indikasi pelaku melakukan pembunuhan berencana.

"Terbukti dari tindakan yang dilakukan malam hari tersebut," ungkap Andi.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP