Deretan kasus pelajar SMA bunuh pasangan sejenis
Merdeka.com - Kasus penemuan jenazah pria pada Senin (25/4) di sekitar kawasan perusahaan tambang Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya terungkap. Jenazah tersebut berhasil diidentifikasi atas nama Imam Khotif (35).
Buruh kapal itu tewas setelah lehernya digorok pisau oleh Ramsul (15), seorang pelajar SMK kelas 1. Dari hasil penyelidikan awal, kasus pembunuhan ini didasari hubungan cinta sejenis.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, keterangan kepada petugas, Ramsul melakukan pembunuhan itu lantaran mendapat ancaman Khotif hubungan kelainan seksualnya disebarkan luaskan. Ramsul yang ketakutan akan aibnya dibongkar akhirnya menuruti permintaan Khotif untuk melakukan pertemuan dengan lebih dulu membawa pisau.
"Kalau diekspos ke media sosial kan dia malu, keluarganya malu. Akhirnya pelaku bersedia bertemu Sabtu pekan lalu, tapi dia sudah mempersiapkan pisau yang dia asah di rumah, disimpannya di pinggang," kata Sudarsono.
Dari keterangan pelaku, sebelumnya keduanya sudah pernah bertemu. Pertemuan 2-3 kali antara korban dan pelaku yang sudah saling kenal selama 2 bulan melalui facebook, diduga korban melakukan seks menyimpang kepada pelaku.
"Apakah pelaku pernah disodomi korban, itu kita masih selidiki. Kita lakukan visum nanti untuk menguatkan dugaan sodomi itu," ujar Sudarsono.
Sudarsono mengatakan, untuk sementara pelaku diamankan di Polsek Sungai Kunjang. Namun, lantaran masih di bawah umur, penyelidikan terhadap pelaku tetap melibatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Balai Pemasyarakatan.
"Sekarang pelaku diamankan di Polsek Sungai Kunjang. Kita jerat pelaku dengan Pasal 340 KUHP Juncto 338 dengan ancaman 20 tahun penjara karena perbuatan itu sudah direncanakan pelaku mempersiapkan pisau," kata dia.
Kasus serupa pernah ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat. Seorang pelajar SMA di Kecamatan Pontianak Utara, sebut saja DA, menjadi tersangka pembunuhan atas Rudi Hartono (28) salah seorang karyawan salah satu bandara di Pontianak. DA membunuh Hartono karena menolak diajak hubungan seksual.
"Untuk sementara ini, pembunuhan itu dilakukan, karena tersangka tidak mau diajak berhubungan badan sesama jenis oleh korbannya Rudi Hartono di rumah korbannya," kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen (Pol) Arief Sulistianto di Pontianak.
Kronologi berawal ketika korban dan pelaku tiba di Perumahan Dinas Perhubungan Gang Parkit, Jalan Ayani II, Kabupaten Kubu Raya. Ketika tersangka berada dalam kamar, tiba-tiba korban mengajak tersangka melakukan hubungan badan. Tetapi tersangka tidak terima atas paksaan korban sehingga mengambil pisau dan langsung menusuk perut sebelah kiri korban.
Dia menjelaskan antara tersangka dan korban sebenarnya sudah saling kenal, tetapi hingga terjadi pembunuhan dengan sadis tersebut, hingga saat ini terus dilakukan penyelidikan.
"Saat ini tersangka dilakukan penahanan di sel Mapolresta Pontianak, untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya