Deretan Karir Brigjen Reinhard Silitonga, Dirjen PAS Kemenkum HAM yang Baru
Merdeka.com - Brigjen Reinhard Silitonga segera dilantik sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). Pelantikan direncanakan hari ini, Senin (4/5) di Graha Pengayoman Kemenkum HAM.
Brigjen Reinhard bukan wajah baru bagi kementerian yang dipimpin Yasonna Hamonangan Laoly ini. Pada 2019, dia menjabat sebagai Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Kemenkum HAM.
Setelah tak lagi menjabat Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Kemenkumham, Reinhard Silitonga kembali lagi ke institusi Polri sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri.
Reinhard merupakan lulusan akademi kepolisian (akpol) tahun 1989. Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 8 September 1967 ini cukup gemilang di Kepolisian.
Karir awalnya di institusi Bhayangkara, Reinhard menjabat Kasat Serse Polres Cianjur, Kasat Serse Polres Bogor, Kapolsek Metro Cilandak, Kapolsek Metro Gambir, Kapolsek Metro Taman Sari, Kasubbag Jarlat, dan Kapolres Tapanuli Tengah.
Pada 2009, dia menjabat sebagai Kapolres Hulu Sungai Utara. Satu tahun kemudian diangkat menjadi Wadir Reskrimsus Polda Metro Jaya. Di tahun berikutnya, 2011, dia menjabat Kapolres Metro Bandara Soekarno Hatta.
Dari tahun 2011 hingga 2016, tercatat dia menduduki posisi Dirreskrimum Polda NTB, Dirrekrimsus Polda Lampung, Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri, Dirresnarkoba Polda Sumut, Dirresnarkoba Polda Jateng, dan Kabagbanhatkum Divkum Polri.
Kemudian di tahun 2018 dia menjadi Irbidjemen SDM II Itwil V Itwasum Polri, sebelum akhirnya menjabat Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Kemenkumham.
Alasan Penunjukkan Reinhard
Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly memastikan jabatan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) akan diemban oleh Brigjen Reinhard Silitonga.
Menurut Yasonna, Brigjen Reinhard Silitongan sangat cocok menjabat posisi Dirjen Pas.
"Beliau itu dua kali (menjabat) Direktur Narkoba, satu kali di Sumut dan Jateng," ujar Yasonna kepada Liputan6.com, Senin (4/5).
Yasonna tak sembarangan dalam memilih seseorang untuk sebuah jabatan. Yasonna berharap Brigjen Reinhard Silitonga mampu menjadikan Ditjen Pas Kemenkumham menjadi lebih baik.
"Menjadi direktur narkoba dua kali memudahkan (Reinhard) koordinasi dengan Polri dan BNN. Seperti diketahui, sekarang sudah lebih 50 persen penghuni lapas, adalah kejahatan narkoba," kata Yasonna.
Selain itu, keputusan mengangkat jenderal polisi bintang satu ini sudah sejalan dengan tujuan dibentuknya lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, Brigjen Reinhard Silitonga koordinasi dengan jajaran Ditjen Pas lainnya.
"Kita terus laksanakan (tujuan pembentukan pemasyarakatan) itu. Dia harus koordinasikan dengan para Direktur, Kadivpas, Kalapas untuk terus melaksanakan program itu," kata Yasonna.
Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya