Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Deputi I BNPT: Indonesia masih rawan jadi sasaran & ancaman teroris

Deputi I BNPT: Indonesia masih rawan jadi sasaran & ancaman teroris Ilustrasi Teroris. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayor Jenderal TNI Abdul Rahman Kadir menyatakan, bahwa semua wilayah di Indonesia hingga kini masih dianggap rawan disusupi teroris, seperti dari kelompok Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

"Semua kota maupun daerah di Indonesia masih rawan menjadi sasaran dan ancaman teroris," kata Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, usai acara sosialisasi perkembangan terkini kelompok radikal teroris dan ISIS di Indonesia, di Polda Jatim, Senin (4/4).

Dia mencontohkan, seperti teror bom yang belum lama ini terjadi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Ternyata, pelakunya dari kelompok yang baru bergabung di ISIS. Bahkan, serangan aksi teror yang dilakukan kelompok ISIS tersebut, secara bersamaan seperti di Paris, di Turki, lalu kemudian di Brussels.

"Jadi ini membuktikan, kalau tidak ada yang aman, dan masih rawan diserang teroris," tegas dia.

Untuk menanggulanginya, kata Abdul Rahman Kadir, masyarakat harus berperan. Seperti, jika melihat ada orang yang mencurigakan ataupun kelompok tidak lazim, maka yang dilakukan masyarakat adalah memberikan informasi tersebut.

Sebab, kelompok ISIS ini dikenal cukup ekstrem dan berkeliaran di mana-mana. "Bukannya saya menakut-takuti, semua serangan bisa terjadi dimana pun saja. Maka yang harus diwaspadai dan dicegah, ada kita lakukan sosialisasi dan peran serta masyarakat juga ikut berikan informasi," tandas dia.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP