Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Depresi, Sumardi nekat bakar rumah lalu gantung diri

Depresi, Sumardi nekat bakar rumah lalu gantung diri ilustrasi gantung diri. sxc.hu

Merdeka.com - Diduga depresi karena sering bertengkar dengan anak istri, Sumardi(55), warga Dukuh Jetis RT 0005 RW 002, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jateng Jumat (15/6) dinihari, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Sebelum menghabisi nyawanya sendiri, ia juga membakar rumahnya.

Peristiwa ini diduga terjadi karena korban kerapkali bertengkar dengan istrinya, Giyarti (45). Korban nekat gantung diri dengan seutas tali di bagian dapur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun merdeka.com, sekitar pukul 00.01 WIB, aksi nekat Sumardi ini pertama diketahui oleh dua tetangganya yakni, Sugiyatno dan Suyatno. Keduanya merasa kaget saat melihat api berkobar di bagian depan rumah korban.

"Begitu kaget saya langsung teriak untuk memberitahukan kepada warga. Mendengar teriakan kami warga langsung datang dan berupaya memadamkan api yang sudah berkobar," ungkap Suyanto.

Selain berupaya memadamkan secara manual, warga langsung menghubungi kantor pemadam kebakaran setempat karena api dikhawatirkan menjalar ke rumah tetangga. Setelah mobil dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan oleh pemadam.

Warga semula mengira kebakaran berasal dari ledakan. "Namun, alangkah kagetnya. Setelah warga memastikan bahwa sumber ledakan dari tangki sebuah sepedamotor yang sudah dalam kondisi hangus. Warga terkejut saat melihat korban menemukan korban dalam kondisi sudah tewas tergantung dengan seutas tali tambang plastik di dapur rumah," tegas Sugiyatno, tetangga lainya.

Petugas Polsek Banyudono dibantu warga kemudian menurunkan korban. Tim kesehatan dari Puskesmas setempat pun datang untuk memeriksa. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Korban tewas murni akibat bunuh diri.

Cipto(65), ayah mertua korban, mengaku jika menantunya itu bertengkar dengan anaknya. Bahkan korban sering mengancam Giyatri sang istri akan dibunuh.

“Sama saya itu seenaknya sendiri. Selama menjadi menantu hanya sekali dua kali mau bicara dengan saya,” ujarnya. Tanya saja ke Rohman yang sudah lama sudah pisah rumah. Rohman pindah rumah juga karena kelakuan menantu saya (korban Sumardi) sering mengancam ibunya yang tengah mengajukan gugatan cerai," aku Cipto.

Sumardi juga sempat berencana akan pulang kampung ke tempat asal di Madiun, Jawa Timur. Namun, rencana itu batal lantaran rumah dan sawah dijual untuk modal usaha istrinya dan kini dalam kondisi bangkrut.

Kapolsek Banyudono, AKP Joko Sugiyanto mengungkapkan kejadian ini dipicu karena masalah keluarga.

"Murni bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada korban. Penyebabnya karena korban depresi setelah mempunyai banyak masalah dalam keluarganya dan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara yang cukup mengagetkan warga," pungkas Joko. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP