Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Depan Mahasiswa Baru, Kapolda Metro Cerita Teroris Ingin Mati Bertemu Bidadari

Depan Mahasiswa Baru, Kapolda Metro Cerita Teroris Ingin Mati Bertemu Bidadari Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. ©Liputan6.com/fachrur Rozie

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menjadi pembicara dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru di Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, Minggu (18/8). Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Gatot menyampaikan bahayanya intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Menurut Gatot, intoleransi, radikalisme, dan terorisme rentan diterima oleh mereka yang masih mencari jati diri seperti para mahasiswa baru.

"Intoleransi kalau kita biarkan bisa berkembang menjadi radikalisme, radikal kalau kita biarkan bisa menjadi terorisme," ujar Gatot.

Gatot pun menceritakan pengalaman saat anggota Polri menangkap seorang teroris di Jambi. Menurut Gatot, pelaku tidak terafiliasi dengan kelompok teror tertentu.

"Dia (pelaku) hanya lima bulan belajar agama lewat internet. Tanpa pembimbing, alhasil melakukan aksi teror," kata Gatot.

Setelah lima bulan belajar agama melalui media sosial, pelaku mendatangi sebuah Mapolsek di Jambi dengan membawa senjata tajam. Satu anggota Polri yang tengah berjaga pun terkena sabetan senjata tajam pelaku.

"Setelah ditangkap, dia bilang kenapa saya ditangkap hidup-hidup, kenapa enggak ditembak sekalian. Ketika ditanya, dia bilang dia ingin melihat bidadari (jika ditembak mati)," kata Gatot.

Gatot pun mengimbau kepada seluruh mahasiswa untuk berhati-hati menggunakan media sosial. "Itu pengakuan dari yang bersangkutan. Mari memilah mana yang baik mana yang buruk," kata dia.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP