Dentuman dan getaran masih terasa hingga Purwokerto
Merdeka.com - Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Slamet yang berada di wilayah perbatasan Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas dan Purbalingga masih dirasakan sampai Kamis (11/9) siang. Beberapa warga Purwokerto bahkan mendengar suara dentuman keras dan getaran.
"Biasanya, selama ini tidak pernah sampai daerah Porka. Tetapi baru kali ini terasa hingga rumah saya," ujar warga Purwokerto, Joko Cheharyanto (45) saat dihubungi.
Joko mengaku sudah tiga kali mendengar suara menggelegar seperti petir. "Sudah tiga kali ada suara menggelegar kaya petir," tulis Joko dalam pesan pendek.
Jarak antara Gunung Slamet hingga Kota Purwokerto sendiri sebenarnya mencapai 20 kilometer. Sebelumnya, pada Kamis dini hari, terdengar dentuman berkali-kali dari arah Gunung Slamet yang didengarkan warga sekitar lereng selatan Gunung Slamet.
Sementara itu, warga Desa Pageraji Kecamatan Cilongok, Fajar Riyani Hastuti (26) mengaku merasakan getaran yang keras dari tempat kerjanya. "Iya tadi kencang sekali suaranya, sampai bikin kaget," ucapnya.
Dari catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pada Kamis dini hari mulai 00.00 WIB-06.00 WIB terjadi lontaran material lava pijar sejauh 700 meter. Cuaca sendiri terbilang cerah dan tampak teramati embusan putih tebal lebih kurang 500-1000 meter.
Selain itu, terdengar 13 kali suara gemuruh dan 52 suara dentuman sedang sampai kuat. Lontaran material pijar hingga 700 meter. Dari sisi kegempaan terjadi 44 kali gempa letusan dan 53 kali gempa embusan, sedangkan terjadi tiga kali gempa tremor harmonik. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya