Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Densus Tangkap Lagi Orang Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah, Ini Perannya

Densus Tangkap Lagi Orang Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah, Ini Perannya Densus 88. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Detasemen Khusus (Densus) 88antiteror Polri kembali mengamankan terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Mereka yang diamankan berjumlah lima orang.

"Semuanya jaringan JI. Khususnya terlibat menyembunyikan, mengamankan atau melindungi para pelarian DPO atau Matlubin kasus Tindak Pidana Terorisme," kata Juru Bicara Densus 88, Kombes Aswin Siregar, Rabu (8/2).

Penangkapan ini pertama dilakukan pada 7 Febuari 2023, pukul 07.10 Wib. Saat itu, terduga teroris yang diamankan atas nama inisial J di wilayah Palembang, Sumatera Selatan.

"Rabu, 8 Febuari 2023, pukul 01.45 Wib, tersangka IR, LS di Lampung serta AS dan A alias B. TKP Penangkapan Wilayah Cirebon dan Jakarta telah diamankan dalam keadaan sehat," ujarnya.

Sehingga, total yang sudah diamankan sebanyak lima orang. Selanjutnya, mereka akan menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik, investigasi dan tim introgrator.

"Perkembangan nanti setelah penyidik selesai pemeriksaan mendalam ya," pungkasnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror Polri, melakukan penangkapan terhadap seorang terduga teroris di Jalan Penagan Ratu Dusun 8 RK 02 Dorowati Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, Lampung. Ia diketahui atas nama inisial AF alias B (33).

"Waktu penangkapan, Selasa, 7 Februari 2023. Pukul 05.00 Wib," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dal keterangannya, Selasa (7/2).

Usai menangkap AF, pihaknya langsung melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Penagan Ratu Dusun 8 Rk 02, Dorowati, Kabupaten Lampung Utara.

"Dari hasil penggeledahan tersebut telah ditemukan barang-barang yang diduga ada kaitannya dengan tindak pidana terorisme yang disangkakan terhadap tersangka," jelasnya.

Anggota JI

Ramadhan menyebut, keterlibatan AF dalam jaringan terorisme merupakan anggota Jamaah Islamiyah (JI) dan mengajar Tahapan Taklim dan Tarbiyah pada siswa ADIRA JI (Akademi dan kaderisasi) dari kelompok JI Palembang.

"Ikut berperan dalam proses penyembunyian atau evakuasi DPO JI atas nama Suwarno alias Mario alias Hafidz pada November 2020," ungkapnya.

"Ikut berperan dalam proses penyembunyia atau evakuasi DPO JI atas nama Ahmad Supriyadi pada Oktober 2020," sambungnya.

Kini, petugas masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap AF. "Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif guna pengembangan selanjutnya," pungkasnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP