Densus 88 tangkap dua terduga teroris jaringan ISIS di Sumsel
Merdeka.com - Densus 88 bersama Polda Sumatera Selatan kembali menangkap dua terduga teroris jaringan Islamic Iraq and Syiria State (ISIS). Keduanya kini menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Polda Sumsel.
Penangkapan dilakukan dalam penggerebekan sebuah rumah di Jalan Petaling, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Banyuasin, Sumsel, Rabu (18/7) pukul 20.15 WIB. Di sana, petugas mengamankan seorang pria bernama Suparman (31) dengan alamat di KTP di Jalan Raya Soekamto, Lorong Masjid, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.
Barang bukti diamankan berupa dua unit handphone, dua buah pipa paralon sepanjang 40 centimeter yang diduga untuk merakit bom, sebungkus penjernih air aluminium sulfat, selembar foto copy surat Yayasan As-Syar'iyah, tiga lembar surat panggilan dari Ditreskrimsus Polda Sumsel, dan buku ensiklopedi Islam kaffah serta buku-buku doa.
Kemudian, petugas kembali meringkus satu terduga teroris di Jalan Sabar Jaya atas nama A Rafiq (33) yang beralamat di Kelurahan Mariana, Banyuasin. Dari penggeledahan, diamankan barang bukti diantaranya dua unit HP, tablet, kamera, dua unit multi taster, dan buku jihad tablis iblis.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan penangkapan terduga teroris. Penangkapan dilakukan petugas selama enam jam.
"Benar, semalam Densus 88 dibackup Polda Sumsel melakukan penangkapan sel-sel teroris yang ada di Sumsel," ungkap Zulkarnain, Kamis (19/7).
Dari penyelidikan sementara, kata dia, para terduga teroris berafiliasi dengan ISIS. Mereka adalah kelompok jaringan Abu Husnah di Solo dan pengikut teroris Jemaah Ansorud Daulialyah (JAD) Lampung.
"Ada buku-buku tentang jihad dan paralon yang kita temukan. Untuk aksi amaliah mereka masih diselidiki," tandasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya