Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Denny tuntut loyalis Anas minta maaf tanpa syarat

Denny tuntut loyalis Anas minta maaf tanpa syarat Denny Indrayana. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Ancaman Wamenkum HAM Denny Indrayana atas tudingan juru bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Ma'mun Murod dan loyalis Anas Urbaningrum , Tri Dianto tidak main-main. Denny mengultimatum Tri Dianto dkk hingga malam ini.

"Saya tidak ingin bertele-tele berbalas pantun dengan saudara Murod dan Tri. Mereka saya baca mengirim rilis meminta maaf atas fitnah yang mereka katakan kemarin, tetapi sambil balik mengancam. Itu permintaan maaf akal-akalan," kata Denny Indrayana dalam rilisnya kepada merdeka.com, Rabu (8/1).

Denny mengatakan, nyata-nyata yang disebarkan oleh Tri Dianto dkk adalah fitnah kepadanya dan Bambang Widjojanto yang buktinya saja mereka tidak punya. "Malah minta saya dan BW serta masyarakat untuk membantu membuktikan. Lucu sekali," sindir Denny.

Mantan Staf Khusus Presiden bidang Hukum dan Penegakan HAM ini masih memberikan kesempatan terakhir hingga malam ini kepada Tri Dianto dkk untuk minta maaf secara terbuka kepada Denny dan BW. Permintaan maaf itu harus tanpa syarat dan tanpa dalih macam-macam. ‎

"Jika tidak juga tulus meminta maaf, maka mari biarkan proses hukum yang membuktikan bahwa fitnah mereka itu salah besar, dengan cara saya besok insya Allah melaporkan mereka ke Mabes Polri," imbuh Denny.

Jika proses hukum pidana itu berjalan, Denny yakin itu penting agar demokrasi dan kebebasan berpendapat tidak dibajak seenaknya oleh para penyebar fitnah.

"Indonesia yang demokratis memang menjamin kebebasan berbicara, tetapi harus disterilkan dari kebebasan memfitnah. Apalagi fitnah yang sengaja dilancarkan sebagai jurus untuk melawan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani KPK ," tutup Denny. (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP