Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Denny JA: Golkar tolak Perppu Pilkada, SBY sedang dikentuti KMP

Denny JA: Golkar tolak Perppu Pilkada, SBY sedang dikentuti KMP Koalisi Merah Putih bertemu SBY. ©rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA menyebut Koalisi Merah Putih (KMP) di ambang kehancuran. Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada Langsung adalah penyebabnya. Petinggi KMP seolah sedang mengerjai Presiden SBY.

Dalam tulisan di situsnya, Jumat (5/12), Denny menyebut penolakan Perppu Pilkada membuka pintu kehancuran KMP.

Alasan pertama, kata Denny, walau publik tahu kadang politik itu kotor, tapi publik tak suka dengan pengkhianatan atas kesepakatan politik. Publik tahu bahwa ada kesepakatan politik antara SBY dengan para ketua umum partai pengusung KMP termasuk Partai Golkar untuk mendukung Perppu Pilkada Langsung. Apalagi, kesepakatan itu tertulis di atas materai.

"SBY sendiri yang menyatakan kesepakatan yang ditandatangani di atas materai. Karena kesepakatan itu demokrat bergabung dengan KMP. Dan publik percaya," jelas Denny.

Namun belum sampai 4 bulan kesepakatan itu dibuat, mudah saja kesepakatan itu dilanggar. Keputusan Golkar yang menolak Perppu Pilkada Langsung telah membentuk opini di publik bahwa Golkar telah mengkhianati kesepakatan dengan SBY (Partai Demokrat).

"Bagaimana publik bisa mempercayai pemimpin yang mudah berkhianat? Jika janji dengan sekutu politik yg ditandatangani di atas materai bisa ia khianati, apalagi janjinya pada rakyat yang lebih abstrak?" sambungnya.

Alasan kedua, ujar Denny, Golkar selaku pemimpin KMP dengan isu Pilkada melalui DPRD melawan hak politik rakyat memilih pemimpin sendiri. "Sudah 10 tahun rakyat merasakan memilih pemimpinnya sendiri lewat Pilkada. Kini hak itu dipersepsikan akan dirampas oleh KMP," terangnya.

Denny mengingatkan, KMP tak boleh lupa akan sejarah bahwa tak ada yang lebih kuat dari people power yang marah dan terorganisir. Menurut Denny, KMP harus menyadari ini. Memilih pemimpin sendiri dianggap sudah menjadi hak rakyat. Lebih dari 170 juta pemilih tak ingin hanya menjadi penonton Pilkada. KMP telah melakukan blunder dan bunuh diri politik. "Ia (KMP) yang butuh dukungan rakyat, sekarang seolah angkuh ingin melawan rakyat."

Alasan ketiga, kata Denny, SBY dan partainya (Demokrat) tentu tak ingin tinggal diam dengan tindakan penolakan Golkar ini. Sebab SBY sejatinya sangat dipermalukan oleh ulah Golkar versi Munas Bali. Mengapa demikian? Karena Perppu Pilkada Langsung adalah legacy SBY. Itu adalah respon SBY atas blunder Demokrat karena walk out Demokrat ketika voting di DPR membuat disetujui Pilkada melalui DPRD dan berujung dengan pengecaman terhadap SBY yang dianggap "Bapak Pilkada Tak Langsung". (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP