Denny Indrayana bandingkan moralitas Bambang dan calon Kapolri
Merdeka.com - Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkum HAM) Denny Indrayana mengapresiasi keputusan Bambang Widjojanto yang memilih mundur dari kursi pimpinan KPK. Dia bahkan menyebut Bambang sebagai sosok yang konsisten menjaga moralitas antikorupsi.
"Permintaan mundur BW (Bambang Widjojanto) menunjukkan kelas dia sebagai orang yang konsisten menjaga moralitas antikorupsinya," ujar Denny di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (26/1).
Denny membandingkan langkah Bambang yang tidak diikuti oleh sosok pejabat lain yang juga ditetapkan menjadi tersangka. Dia mengatakan mereka bahkan tidak berpikir untuk mundur.
"Berpikir mundur saja tidak. Calon kapolri yang sudah tersangka diminta mundur tidak mau. Ini kan seharusnya tidak menjadi kapolri," kata dia.
Selanjutnya, Denny mengatakan proses selanjutnya berada di tangan presiden apakah akan mengabulkan pengunduran diri Bambang atau tidak. Tetapi, dia mewanti-wanti presiden untuk hati-hati dalam mengambil keputusan.
Ini lantaran Denny mencurigai kemunduran Bambang merupakan bagian dari kriminalisasi terhadap KPK, sehingga jika presiden mengabulkan permohonan pengunduran diri itu, lembaga antikorupsi itu bisa semakin lemah.
"Kalau kriminalisasi begini disetujui, ya sebenarnya akan ada tersangka lagi. Misalnya mungkin Adnan Pandu, besoknya lagi Pak Zul (Zulkarnain), KPK ini habis," ungkap Denny.
Lebih lanjut, kata Denny, kasus kriminalisasi terhadap Bambang memiliki motif yang sama dengan kasus sebelumnya, saat kasus Cicak vs Buaya tahun 2009 dengan korban Antasari Azhar dari KPK dengan Susno Duadji dari Polri. Juga pada kasus korupsi simulator SIM dengan korban Novel Baswedan dari KPK dan Irjen Djoko Susilo dari Polri.
"Ini lebih berat, ini yang dikriminalisasi salah satu yang menjadi penggerak di KPK, (BW) Bambang Widjojanto," terang dia.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya