Demokrat tuding ada kepentingan penguasa kasus hoaks Ratna Sarumpaet cepat terungkap
Merdeka.com - Partai Demokrat mempertanyakan sikap kepolisian yang cepat mengusut kasus berita bohong (hoaks) penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet. Demokrat justru menilai polisi terkesan lamban dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dan laporan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap mantan Ketua KPK Antasari Azhar atas dugaan pencemaran nama baik.
"Ini sebenarnya kita nih sangat prihatin lah jujur aja ya dengan integritas para penegak hukum. Mulai dari Novel Baswedan, kemudian banyaklah termasuk pengaduan pengaduan presiden keenam ini kan soal Antasari Azhar kemudian beberapa kasus yang dilaporkan," kata Wasekjen Partai Demokrat Renanda Bachtiar, saat dihubungi wartawan, Selasa (9/10).
Renanda menuding ada kepentingan penguasa di balik penyidikan kilat kasus hoaks Ratna Sarumpaet dilakukan polisi. "Artinya di sini kita semua dengan kasat mata melihat ketika itu kepentingan penguasa cepat sekali gitu reaksi dari pihak kepolisian ini," imbuhnya.
Dia melihat pemerintah terkesan tebang pilih dalam mengusut kasus. Ini menjadi catatan penting bagi Demokrat bersama koalisi adil dan makmur bahwa penegakkan hukum belum adil.
"Tapi kemudian jika sebaliknya oposisi, pemerintah ini warga yang kita bilang istimewa. Mantan presiden saja tidak digubris juga jadi ini yang jadi catatan paling besar dalam pemerintah Pak Jokowi masalah ekonomi, ini keadilan ini kenapa koalisi kami mengatakan sebagai adil makmur ini poin adil disini udah sangat tidak adil," ujarnya.
Seperti diketahui, kasus ini berawal dari beredar kabar aktivis Ratna Sarumpaet menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang tidak dikenal di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung Jawa Barat pada 21 September 2018. Ratna mengaku dianiaya sejumlah orang usai menghadiri pertemuan internasional bersama dua rekannya warga negara asing saat menuju Bandara Husein Sastranegara.
Namun, aparat kepolisian menyatakan tidak menemukan fakta, saksi maupun informasi terkait penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Setelah diselidiki polisi, di tanggal itu, Ratna operasi plastik di Rumah Sakit Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.
Kemudian Ratna memohon maaf lantaran telah menyampaikan kebohongan terkait dengan informasi pengeroyokan tersebut.
Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan tersangka dan menangkap Ratna saat akan terbang ke Chile di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten pada Kamis (4/10). Polisi menahan Ratna di Rutan Mapolda Metro Jaya untuk penyidikan kasus ini.
Pihak rumah sakit telah dimintai keterangan terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Kepolisian juga mengagendakan memeriksa politisi senior PAN Amien Rais.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya