Demokrat persilakan Antasari bongkar kasus pembunuhan bos Rajawali
Merdeka.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo pada Kamis (26/1). Sejumlah pihak mengaitkan pertemuan itu dengan upaya Antasari untuk membuka lagi kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen yang menjeratnya.
Sehari sebelumnya, Antasari sempat menyindir Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membongkar kasusnya ketimbang mengeluh di media sosial terkait juru fitnah dan penyebar hoax di pusaran kekuasaan. Sebab, dia menduga kasus pembunuhan itu adalah bentuk kriminalisasi.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mempersilakan Antasari membuka lagi kasus yang dianggapnya belum tuntas ke Presiden Jokowi. Dia memastikan pemerintahan SBY tidak pernah melakukan intervensi penegakan hukum.
"Silakan saja kalau memang ada yang ingin disampaikan. Kalau mau dibuka, buka saja. Kalau dulu zaman Pak SBY, masalah hukum enggak pernah diintervensi," kata Syarief saat dihubungi, Jumat (27/1).
Pihaknya tidak khawatir apabila Antasari berniat membuka kembali kasusnya. Penegak hukum, kata dia, akan menguji kebenaran dari kasus tersebut.
"Silakan saja tinggal diuji kebenarannya. Apa mau dibuka kasusnya lagi, buka aja lagi. Silakan aja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya