Demo umat Islam di Medan sebut penyerang Charlie Hebdo mujahid
Merdeka.com - Puluhan orang berunjuk rasa di Yayasan Lembaga Indonesia Prancis di Jalan Hasanuddin, Medan, Jumat (23/1). Mereka memprotes penerbitan Majalah Charlie Hebdo yang kembali menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW.
Para pengunjuk rasa mengatasnamakan Gerakan Jihad Pembela Nabi Muhammad SAW. Kelompok ini merupakan gabungan dari sejumlah ormas Islam di Kota Medan.
Dalam aksinya, para pengunjuk rasa membawa sejumlah poster yang isinya mengecam penistaan yang dilakukan Charlie Hebdo. Mereka bahkan menyatakan hukuman mati merupakan harga pantas buat para penghina Nabi Muhammad SAW.
Mereka juga membawa spanduk bergambar Kouachi bersaudara, tersangka pelaku penembakan di kantor majalah itu di Paris. "Mereka mujahid bukan teroris," bunyi tulisan spanduk itu.
Para pengunjuk rasa menyatakan, alasan kebebasan berbicara dan berekspresi, menyatakan pendapat, sangat tidak wajar dan tidak dapat diterima sebagai pembenaran dan pembelaan untuk tindakan menghina, melecehkan dan menyakiti orang lain.
"Majalah Charlie Hebdo adalah media teroris, provokator, penyulut dan penyebab kerusuhan serta kekacauan yang bertanggungjawab atas terjadinya penembakan dan jatuhnya korban akibat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW," kata Nursarianto, pimpinan aksi.
Mereka mendesak Pemerintah Prancis menutup atau menghentikan penerbitan Majalah Charlie Hebdo. Sementara seluruh pemerintah di dunia diminta untuk berlaku adil dan tidak sewenang-wenang dan hanya membela Charlie Hebdo.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya