Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demo rencana eksekusi lahan PT CVI berlangsung ricuh

Demo rencana eksekusi lahan PT CVI berlangsung ricuh Ricuh eksekusi lahan di Surabaya. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Suasana Jalan Tanjungsari, Asemrowo, Surabaya Jawa Timur, tepatnya di depan PT Cinderella Villa Indonesia (CVI), Kamis (28/6) siang, terlihat mencekam. Ratusan buruh dan warga yang menunggu pihak juru sita dari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, sudah mulai emosi. Akibatnya mereka mudah tersulut.

Sempat terjadi insiden kecil, di tengah-tengah penantian para buruh dan warga. Seorang pria tak dikenal mendatangi warga, yang tengah menanti kedatangan para juru sita pengadilan. Pria tinggi berkulit kuning langsat ini, tiba-tiba marah dan menantang satu persatu kelompok massa yang berjaga-jaga di depan pintu gerbang PT CVI.

Massa yang melengkapi diri dengan pentungan berukuran 50 sentimeter langsung menyambut tantangan pria itu. Bahkan seorang pemuda sempat, hampir melemparnya dengan kursi. Namun, perang mulut itu berhasil dicegah beberapa warga yang emosinya masih terkontrol.

Ancaman itu tak membuat pria yang datang dengan mobil sedan warna merah hati takut. Dia tetap bergeming. Berlagak bak jagoan, dia terus menantang.

"Ayo ke sini kalau berani satu lawan satu," teriaknya berkali-kali, sambil tertawa-tawa sendiri. Bahkan dia sempat 'menghadiahi' massa dengan bokongnya untuk memancing emosi warga.

Tak ingin terpancing, beberapa orang mengusirnya menjauh. Tapi dia malah memaki warga dengan kata-kata kotor. Tak urung, massa terpancing dan memukulnya beramai-ramai.

"Dasar orang gila, bikin orang naik pitam saja," teriak satu di antara warga sambil menghadiahi bogem mentah ke arah kepala si orang aneh tersebut.

Sementara seorang polisi lalu lintas, yang semula ragu-ragu untuk melerai kerumunan massa yang sedang emosi akhirnya memberanikan diri masuk di tengah-tengah kerumunan dan meminta paksa si pria asing untuk masuk ke dalam mobilnya, dan segera pergi dari lokasi.

Gilanya lagi, dengan mobil sedannya, si pria ini kembali melintas di depan massa dan masih memaki dan melontarkan kata-kata kotor di dalam mobilnya. Tak urung, lemparan kerikil dan kayu pun melayang ke arah mobilnya yang melaju dengan kecepatan 40 km/jam.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar dua ribu buruh dan warga berniat menghadang rencana eksekusi lahan seluas 25.590 meter persegi, miliki PT CVI. Sayangnya, eksekusi yang dilakukan berkali-kali oleh pihak pengadilan selalu menemui kegagalan karena mendapat perlawanan sengit dari para buruh perusahaan sepatu kulit tersebut.

Rencana eksekusi ini bermula dari sengketa tanah antara Moksaid Suparman yang memiliki surat petok D melawan almarhum Rahmat Bakti. Dalam putusan MA, permohonan eksekusi yang diajukan Moksaid disetujui, dengan catatan tidak melibatkan pihak ketiga, dalam hal ini PT CVI, yang telah membeli dan mensertifikatkan lahan sengketa tersebut sejak 1993 silam. Alhasil, rencana eksekusi itupun selalu mendapat perlawanan, termasuk hari ini. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP