Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demo KPK, ratusan mahasiswa minta BW mundur

Demo KPK, ratusan mahasiswa minta BW mundur Ilustrasi Demo KPK. ©2013 Merdeka.com/Putri Artika Resyakasih

Merdeka.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Aksi Mahasiswa Berangus Korupsi (Bambang-Korupsi) menggelar aksi demonstrasi di depan ‎gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Para mahasiswa yang berasal dari beberapa kampus di Jakarta ini mendesak agar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mundur dari jabatanya karena telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri.

Koordinator aksi, Ichya Halimudin mengatakan, jika BW berani mengundurkan diri maka proses hukum yang dijalani olehnya tidak akan menyeret-nyeret lagi lembaga KPK yang memang tidak ada hubunganya dengan kasus dugaan mempengaruhi saksi untuk menyampaikan keterangan palsu dalam sidang sengketa Pilkada Kotawaringan Barat di Mahkamah Konstitusi (MK), 2010 silam.

"Sebaiknya Bambang Widjojanto mundur dan fokus menghadapi kasus hukumnya. Kami mendukung BW untuk mundur sehingga tidak menyeret-nyeret lagi komisioner yang masih kredibel serta lembaga negara dalam pusaran konflik yang berkepanjangan demi menyelematkan KPK dan menyelamatkan Polri untuk Indonesia Hebat,” katanya, di depan gedung KPK, Senin (26/1).

Para mahasiswa juga meminta Ketua KPK, Abraham Samad agar secara tegas mengklarifikasi tudingan-tudingan negatif yang dilontarkan sejumlah pihak kepadanya. Yakni tuduhan soal pertemuannya dengan elit PDIP untuk lobi-lobi politik calon Wakil Presiden dan foto mesum lelaki mirip Abraham Samad bersama wanita mirip Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira Wirayanti.

“Karena itu, kami juga mendesak Dewan Etik KPK, pengawas internal KPK, Bareskrim Polri dan DPR RI untuk memanggil Abraham Samad guna diperiksa dan menjelaskan terkait pertemuannya dengan elit PDIP dan foto mesum yang terindikasi sebagai gratifikasi seksual untuk melindungi koruptor,” ucap Ichya dalam orasinya.

Selain itu juga meminta kepada DPR RI untuk segera memanggil pimpinan KPK guna menjelaskan secara terbuka perihal kegaduhan dan “dagelan hukum” yang terjadi sehingga meresahkan masyarakat. “Kami juga meminta Abraham Samad untuk menepati janjinya mundur dari Ketua KPK dan pulang kampung karena menggunakan KPK sebagai alat politik serta ketidak mampuannya dalam menyelesaikan kasus-kasus besar seperti BLBI, Century dan lain-lain,” imbuhnya.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung sekitar satu jam sempat menimbulkan kemacetan lantaran massa menutup sebagian jalur lambat di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Meski demikian aksi berakhir tertib dan damai.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP