Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demo di Makassar, mahasiswa dan polwan saling tarik ban bekas

Demo di Makassar, mahasiswa dan polwan saling tarik ban bekas Aksi 121 di Makassar. ©2017 merdeka.com/salviah ika padmasari

Merdeka.com - Hari ini, mahasiswa di sejumlah daerah serentak melakukan unjuk rasa mengkritisi sejumlah kebijakan yang dibuat pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Di Makassar, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di antaranya dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) berdemo di flyover di kota itu.

Awalnya, unjuk rasa berjalan tertib. Masing-masing orator dari kelompok mahasiswa ini berusaha memanaskan ritme aksinya dengan orasi yang membakar.

"Presiden Joko Widodo harus legowo turun dari jabatannya," teriak salah seorang orator.

Dikatakan dia, banyak kebijakan yang dibuat Jokowi tidak tepat sasaran. Seperti naiknya harga BBM, pencabutan subsidi Tarif Dasar Listrik (TDL) dan diberlakukannya PP No 60 tahun 2016 tentang PNBP.

Namun kemudian, demo berubah menjadi aksi saling tarik-tarikan ban bekas antara pengunjuk rasa dan polwan. Para polwan tidak memberikan kesempatan kepada mahasiswa membawa ban bekas menuju gedung DPRD Sulawesi Selatan.

Seorang mahasiswi terlihat berebut ban dengan polwan. Tampak Wakapolda Sulsel, Brigjen Polisi Gatot Eddy Pramono, memantau di lokasi.

Berkali-kali mahasiswa memancing keributan dengan memaksa kendaraan truk yang melintas untuk menghentikan laju kendaraannya. Puluhan anggota Propam juga terus melakukan pengawasan sekaligus pengamanan.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP