Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demo di Indonesia lebih enak daripada di Malaysia

Demo di Indonesia lebih enak daripada di Malaysia Unjuk rasa Bersih 4.0 di Malaysia. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Melakukan aksi unjuk rasa sudah menjadi hal biasa yang dilakukan oleh masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Biasanya, aksi ini dilakukan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah maupun meminta agar pejabat negara untuk diturunkan dari jabatannya.

Seperti demo akbar yang terjadi di Malaysia beberapa hari yang lalu, masyarakat menuntut agar Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mundur dari jabatannya. Sayangnya, aksi ini dinilai sebagai bentuk anti patriotisme oleh PM Najib karena dilakukan sebelum Hari Kemerdekaan Malaysia.

Sedangkan di Indonesia, berbagai sikap pemerintah menanggapi kritikan masyarakat sudah pernah dirasa oleh negara ini. Pengamat politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti mengatakan Indonesia pernah mengalami yang lebih buruk dari Malaysia.

"Di zaman Soeharto, ketika ada demo masyarakat langsung dikejar tentara, dikejar polisi. Sangat tidak enak di zaman itu. Jadi apa yang terjadi di Malaysia saat ini lebih enak dari zaman Soeharto dulu," kata Ray ketika dihubungi merdeka.com, Senin (31/8).

Namun keadaan tersebut tentunya sudah berbeda dengan masa pemerintahan Indonesia saat ini. Menurut Ray, masyarakat kini bebas melakukan aksi unjuk rasa dengan berbagai tujuan, tanpa perlu merasa terintimidasi dengan sikap pemerintah.

Meski begitu, Ray menilai Malaysia dan Indonesia merupakan negara yang berbeda suasana politiknya. Menurutnya, negeri jiran tersebut merupakan negara yang memandang demokrasi sebagai ancaman.

"Malaysia itu kan tipikal rezim di mana demonstrasi yang mengancam pemerintahan biasa dilakukan di negara otoriter. Demokrasi tidak pernah dipandang kritis terhadap pemerintah, tapi dianggap sebagai ancaman, dianggap melawan negara," imbuhnya.

Sehingga, demokrasi Indonesia hanya bisa dibandingkan dengan negara demokrasi yang sepadan. Begitu pula dengan Malaysia, demokrasinya hanya bisa disamakan dengan negara yang demokrasinya tidak tumbuh.

"Jadi tidak sepadan jika Indonesia dibanding-bandingkan dengan Malaysia. Indonesia hanya bisa dibandingkan dengan negara demokrasi sejenis. Sedangkan Malaysia hanya bisa dibandingkan dengan negara sejenis, yang demokrasinya tidak tumbuh, seperti Singapura," tandasnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP