Demo di HI, wartawan kecam kekerasan Marinir
Merdeka.com - Puluhan wartawan dari berbagai media baik cetak dan elektronik menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Mereka mengecam kekerasan yang dilakukan Marinir TNI AL kepada wartawan di Padang.
"Kita berharap ada proses hukum yang berjalan mengusut kasus Marinir menganiaya wartawan," ujar salah satu wartawan saat berorasi, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (30/5).
Aksi yang dimulai pukul 11.00 WIB ini merupakan aksi solidaritas sesama wartawan. "Wartawan bukan musuh, Marinir kok lindungi tempat mesum," ujarnya lagi.
Seperti diketahui, belasan anggota Marinir TNI AL ngamuk saat warung remang-remang di kawasan Bungus, Padang, Sumatera Barat dibongkar Satpol PP. Wartawan yang sedang meliput menjadi sasaran kemarahan mereka. Tiga wartawan terluka akibat dianiaya.
Saat Satpol PP bersama warga melakukan pembongkaran, para Marinir berpakaian bebas dan preman sudah berada di lokasi. Tiba-tiba saja para Marinir langsung menyerang para wartawan. Mereka merebut paksa kamera, memori dan kaset, kemudian dihancurkan.
Diduga pemilik warung remang-remang yang beralih fungsi jadi tempat prostitusi itu mengalirkan uang pelicin ke anggota Marinir untuk menjadi beking.
TNI AL sendiri membenarkan adanya insiden pemukulan yang dilakukan oleh Marinir kepada sejumlah wartawan dan warga di kawasan Bungus itu. Akibat insiden tersebut, 12 anggota Marinir ditahan langsung oleh POM TNI AL Lantamal II Padang.
"Intinya berita itu benar, kejadian sekitar pukul 14.00-15.00 WIB kemarin sore. Yang pasti indikasi pemukulan awal cukup kuat, sehingga langsung kami menahan 12 Marinir yang terlibat," ujar Kadispen TNI AL Laksama Pertama Untung Suropati saat berbincang dengan merdeka.com. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya