Demo buruh di Bandung, seorang mahasiswa terluka terkena lemparan
Merdeka.com - Hampir sore, demo buruh kembali melakukan unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung. Unjuk rasa itu sempat diwarnai insiden pelemparan kaleng pilox yang mengenai mahasiswa bernama Iqbal Chasbi (21) hingga terluka.
Iqbal menceritakan, insiden bermula saat dirinya melakukan foto massa buruh yang berdemo untuk tugas kuliah. Di tengah-tengah aksi massa buruh, tiba-tiba ada sebuah benda yang mengenai kepalanya.
"Saya sedang potret untuk tugas kuliah, tiba-tiba ada kaleng pilox mengenai kepala saya," ujar Iqbal kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Senin (1/5),.
Iqbal mengaku tidak mengetahui siapa yang melempar kaleng pilox tersebut. Sebab saat itu situasi sedang ramai.
"Saya enggak tahu yang melempar siapa," ungkapnya.
Begitu lemparan benda mengenai kepalanya, darah langsung mengucur dari kepala Iqbal. Seorang temannya yang melihat langsung membawanya ke pos keamanan.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengaku telah menerima informasi tersebut. Dugaan sementara pihak kepolisian, pelemparan dilakukan oleh sekelompok orang yang bukan berasal dari buruh. Pihaknya akan mencari pelaku pelemparan tersebut.
"Kita sedang melakukan lidik. Kita cari pelakunya," pungkasnya.
Sampai saat ini, massa buruh masih semangat menyampaikan berbagai tuntutan mereka. Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPA SPSI) Provinsi Jawa Barat menyampaikan 12 tuntutan. Salah satunya terkait Upah Minimun Sektoral Kabupaten/Kota (UMKS) yang hingga saat ini belum diberlakukan.
Ketua DPD FSP Logam, Elektronik, dan Mesin (LEM) SPSI Provinsi Jawa Barat, Muhamad Sidarta, mengatakan sejumlah kota/kabupaten di Jabar diketahui belum menetapkan UMKS. Padahal seharusnya sudah mulai ditetapkan per tanggal 1 Januari.
Dia mencontohkan Kota Bandung yang notabene merupakan ibu kota provinsi Jawa Barat hingga saat ini belum menetapkan besaran UMKS.
"Khusus upah sektoral Kota Bandung sampai saat tidak jelas progres pentahapan proses penetapan UMSK 2017. Malu sama Karawang, Purwakarta, Subang yang baru kemarin sudah bisa mengeluarkan UMKS-nya,
Kota Bandung ini ibu kota provinsi. Di sini industri BUMN ada semua, PT DI, Telkom, Pos. Masa bayarannya sama dengan buruh pabrik paling rendah," ujar Sidarta kepada wartawan di sela aksi unjuk rasa.
Pihanya mendesak Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengambil kebijakan dan memerintahkan Kadisnaker Kota Bandung segera menyelesaikan pentahapan proses penetapan UMSK Kota Bandung 2017 Kota Bandung. Menurutnya UMKS Kota Bandung tahun ini telah dijanjikan selesai satu bulan sejak bulan Februari 2017, sehingga UMSK 2017 Kota Bandung dapat di sahkan sebelum bulan Agustus 2017.
"Janji Kadisnaker tersebut saat ini telah memasuki bulan ketiga, namun belum nampak progresnya," katanya
Sidarta mengungkapkan, pemerintah seharusnya menjadi pihak penengah antara buruh dan pengusaha. Namun dia menilai hingga saat ini belum melihat peran tersebut.
"Jadi niat baik pemerintah tadi harus benar benar jadi wasit yang baik. Dia harus mengawasi pelaku usaha, harus ngawasi kami kami semua.Kalau salah lakukan tindakan. Karena Pemerintah yang mengeluarkan kebijakan, pelayanan, dan penindakan. Itu engga hadir saya nilai pemerintah sampai hari ini," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya