Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demo BBM di Semarang ricuh, 1 mahasiswa pingsan dibawa ke RS

Demo BBM di Semarang ricuh, 1 mahasiswa pingsan dibawa ke RS Demo BBM di Semarang. ©2014 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Demo menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang digelar mahasiswa berakhir ricuh. Seorang mahasiswa mengalami pingsan dan dilarikan ke rumah sakit oleh teman-temannya.

Aksi demo yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu dimulai dengan berorasi di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, tepatnya di Kawasan Bundaran Air Mancur.

Sambil membawa pocong, mereka melakukan long march atau jalan kaki menuju depan Kantor Gubernur Jawa Tengah yang juga berada di jalan utama menuju Kawasan Simpang Lima Kota Semarang.

Sambil berorasi, mahasiswa kemudian meletakkan dua ban di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Jateng dan membakarnya sambil berorasi. Setelah itu mahasiswa berusaha membuka gerbang namun polisi kembali menutupnya.

"Turunkan Jokowi, Jokowi antek asing yang telah menaikkan harga BBM secara sepihak," ungkap mahasiswa dalam orasinya Rabu(19/11) siang tadi.

Tak hanya itu, puluhan mahasiswa kemudian ada yang memanjat gerbang dan menggoyang-goyangkannya hingga nyaris roboh. Karena memaksa masuk, akhirnya polisi membuka gerbang dan membubarkan secara paksa.

Adu fisik pun tak terhindarkan, sehingga mahasiswa dan polisi terlibat saling dorong. Mahasiswa yang diduga menjadi provokator dikejar dan berusaha diamankan. Setelah kondisi mulai kondusif, petugas memadamkan api.

Bukannya membubarkan diri, mahasiswa kembali berkumpul dan salah satunya menantang polisi. Bentrok kembali terjadi dan satu mahasiswa dibawa masuk halaman kantor Gubernur Jateng. Namun mahasiswa tersebut mendadak lemas dan dibawa rekannya ke jalan kemudian menghentikan taksi dan membawanya ke rumah sakit dengan naik taksi.

Usai kondisi mereda dan tenang, puluhan mahasiswa HMI itu menggelar salat gaib di Jalan Pahlawan Kota Semarang sebagai simbol kesedihan dan kekecewaannya karena kenaikan harga BBM yang dilakukan Jokowi meresahkan rakyat.

Sampai siang ini, massa sudah meninggalkan lokasi dan terlihat petugas polisi masih berjaga-jaga disekitar pintu gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah. Puing-puing dan sisa-sisa bakaran ban sudah mulai dibersihkan.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP