Demo 22 Mei Berakhir Ricuh, Jubir BPN Sebut Provokator Harus Tanggung Jawab
Merdeka.com - Demo 22 Mei berakhir ricuh. Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan pihak yang harus bertanggungjawab atas kericuhan ini adalah para provokator.
Pernyataan ini sekaligus menampik anggapan aksi 21-22 Mei diduga tersulut seruan people power atau Gerakan Kedaulatan Rakyat Nasional yang disuarakan elite BPN, Amien Rais.
"Yang bertanggung jawab adalah tentu mereka yang lakukan provokasi, mereka yang lakukan kekerasan," kata Dahnil saat tiba di Rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/5).
Dia menegaskan, BPN tidak pernah menyerukan people power. Bahkan berujung terjadinya kericuhan. BPN ingin menempuh cara yang sesuai koridor hukum. Ini sudah ditegaskan Capres Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato politiknya menanggapi hasil rekapitulasi KPU kemarin.
"Sejak awal Pak Prabowo memutuskan jalur konstitusional mendukung segala upaya konstitusional, menggiring gerakan damai menggunakan hak demokrasi," tandas dia.
Reporter: Muhammad Radityo
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya