Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demi sekolahkan anak, buruh cuci ini rela utang ke rentenir

Demi sekolahkan anak, buruh cuci ini rela utang ke rentenir Yuniati. ©2015 merdeka.com/kresna

Merdeka.com - Demi untuk menyekolahkan anak-anaknya, Yuniati, seorang buruh cuci di Ketandan Kulon, Imogiri, Bantul rela menanggung utang hingga puluhan juta. Dia membeberkan, sampai saat ini dia masih berutang dibanyak tempat dan totalnya lebih dari Rp 30 juta.

Tutup lobang, gali lobang sudah biasa dilakukannya selama bertahun-tahun. Namun dia tidak merasa khawatir meski kadang berhadapan dengan debt collector.

"Utang itu banyak, dulu saya sempat merasakan tiap hari harus bayar utang, dari Senin sampai Jumat, tiap hari bayar dari tempat yang berbeda," ungkapnya pada merdeka.com, Kamis (10/9).

Tidak hanya itu, dia pun sempat terlilit utang dengan lintah darat. Utang Rp 5 juta, namun dia harus membayar hingga Rp 19 juta.

"Saya pernah, setahun lebih itu, utang cuma Rp 5 juta, tapi bayar tiap bulannya Rp 1 juta lebih. Dari itu mencicilnya lebih dari setahun," terangnya.

Meski demikian dia tidak pernah memikirkan utang-utangnya itu. Dia tidak mau ambil pusing. Sedapatnya uang hasil mencuci, digunakannya untuk membeli beras, sisanya untuk membayar utang.

"Kalau saya pikir itu ya, mungkin saya sudah minum baygon. Jadi saya jalani saja. Dapat uang berapa pun yang penting bisa beli beras, sisanya untuk bayar hutang," ujarnya.

Berkat kegigihannya, kedua anaknya sukses mengenyam pendidikan hingga tinggi. Bahkan anak pertamanya, Satya Chandra Wibawa Sakti (29) bisa kuliah hingga S3 di Universitas Hokaido, Jepang.

"Baru selesai ujian S3, tapi kemarin sudah telepon, izin mau lanjut pendidikan satu tahun di Jerman untuk gelar Doktor. Saya cuma bisa mendoakan," tandasnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP