Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demi rawat ayah yang sakit, Aisyah tinggalkan bangku sekolah

Demi rawat ayah yang sakit, Aisyah tinggalkan bangku sekolah ilustrasi. ©2013 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Siti Aisyah boru Pulungan (8), anak tuna wisma yang merawat ayahnya bertahun-tahun di atas becak pengangkut barang, merasa bangga dan senang karena kembali bersekolah seperti anak-anak lainnya.

 

Sebelumnya, Aisyah yang sempat duduk di kelas satu SD Negeri Nomor 060786, Jalan Halat, Medan, Sumatera Utara itu, terpaksa mengorbankan dirinya untuk berhenti dan meninggalkan bangku sekolah karena harus merawat ayahnya Muhammad Nawawi Pulungan yang sakit.

 

"Saya dulunya memang pernah sekolah di SD Inpres Jalan Halat Medan, namun keluar karena faktor ekonomi dan ayah saya sakit," kata Siti Aisyah di RSUD Pirngadi Medan, seperti dilansir Antara, Senin (14/4).

 

Aisyah yang seharusnya duduk di kelas dua ini mengaku, senang atas bantuan yang diterimanya dari Pemkot Medan. Dia pun berjanji akan

selalu rajin belajar meski harus tetap merawat dan menjaga sang ayah di

di Rumah Sakit Umum Daerah dr Pirngadi Medan.

"Saya harus giat belajar pada malam hari, biar bisa naik kelas. tidak ada waktu terlambat baginya untuk belajar," ucap bocah berusia delapan tahun tersebut.

 

Siti Aisyah dan ayahnya Nawawi Pulungan sudah tiga tahun terakhir menjadi tunawisma, karena tidak ada biaya sewa rumah. Bahkan, ayah dan anak yang bernasib malang itu hanya tidur di atas becak barang di alam terbuka.

 "Saya juga sangat berterima kasih buat Wali kota Medan T.Dzulmi Eldin, yang sudah membantu ayah saya yang bisa dirawat di Rumah sakit. Dab mau membiayai sekolah saya," tandasnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP