Demi dapatkan sabu, ABG di Samarinda rela jadi kurir narkoba
Merdeka.com - Lima pengedar sabu di Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, ditangkap BNN kota Samarinda. Seorang diantaranya, IS (14), ABG putus sekolah, menjadi kurir dan penarik uang sabu yang terjual. Upahnya, IS mendapatkan sabu gratis.
Kelimanya ditangkap Senin (13/8) malam lalu, sekira pukul 19.00 WITA di kawasan Jalan Pangeran Bendahara, Kampung Tenun. Selain IS, empat orang lainnya yang ditangkap adalah Andi Herman (33), Andis (21), Firdaus (22) dan M Sopyan (23).
"Dia (Andi Herman) merekrut 4 kurir dan pengepul. Diantaranya remaja putus sekolah 14 tahun. Ongkos untuk merekrut anak bawah umur ini, lebih sedikit ketimbang orang dewasa," kata Kepala BNN Kota Samarinda AKBP Siti Zaekomsyah di kantornya, Rabu (15/8).
"Jadi, anak 14 tahun ini direkrut, untuk menghindari terdeteksi petugas. Tugasnya, penarik uang penjualan, dari sabu yang sudah dijual ke pembeli dan pemesan," tambahnya.
IS ini jadi atensi serius BNN. Dia menjalani tugas sebagai kurir dan pengepul, dalam 2 bulan terakhir ini. "Upahnya, anak ini mendapatkan sabu gratis buat nyabu. Sekali pakai, akhirnya ketagihan," kata Kasi Berantas BNN Kota Samarinda Kompol Risnoto menambahkan.
Yang juga memprihatinkan, dalam tugasnya menarik uang hasil penjualan, dia bertemu langsung dengan para pemesan sabu. "Transaksi uang langsung dengan para pembeli," ujar Risnoto.
Dalam kasus itu, petugas menyita 10 paket sabu seberat 9,36 gram, timbangan digital, pipet, sendok penakar, 7 ponsel, serta 1 peluru tajam dan 3 peluru karet. "Dari mana asal dan tujuan peluru ini, sedang kita selidiki," timpal Siti.
Empat orang itu jadi tersangka dan kini ditahan, setelah dijerat UU No 35/2009 tentang Narkotika. Sedangkan untuk IS, mendapatkan penanganan khusus mengingat dia masih berusia di bawah umur.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya