Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demi Cegah Penularan Covid-19, Pasangan Ini Tunda Pernikahan

Demi Cegah Penularan Covid-19, Pasangan Ini Tunda Pernikahan Foto Prewed Brigpol Marsel Henuk dan calon istri. ©2020 Merdeka.com/Ananias Petrus

Merdeka.com - Salut! Seorang polisi di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), membatalkan pernikahan dengan calon istrinya lantaran merebak Covid-19 di Indonesia. Padahal ribuan undangan telah disebar.

Anggota Bhabinkamtibmas Rote Barat Daya ini terpaksa menunda pemberkatan di gereja, serta resepsi menyusul imbauan pemerintah terkait sosial distancing, atau jaga jarak sosial antar sesama manusia.

Kepada merdeka.com, Brigpol Marsel Henuk mengaku, walaupun ia bersama istri kecewa namun langkah ini terpaksa diambil untuk mengantisipasi berkumpulnya banyak orang, demi mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang kian mewabah.

"Saya dengan calon istri menyiapkan ini sudah sangat lama untuk menikah, hari ini Senin (23/3) acara peminangan dan besok pemberkatan di gereja dilanjutkan dengan resepsi jam 6 sore. Tapi karena imbauan dan perintah dari Presiden, Kapolri, Kapolda Gubernur dan Gereja, maka sebagai warga negara yang baik harus berbuat baik untuk seluruh Indonesia, apalagi saya juga sebagai abdi negara," ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (23/3).

Menurut Marsel, sebagai Bhabinkamtibmas dirinya harus memberi contoh bagi masyarakat, agar mengikuti arahan pemerintah di tengah merebaknya Virus Covid-19 di Indonesia.

"Undangan yang sudah disebar kurang lebih seribu, saya dengan istri sebarkan undangan dari tanggal belasan, dekorasi semua sudah tapi setelah koordinasi dengan ibu pendeta dan sudah ada surat dari Sinode GMIT, bahwa tidak ada pelayanan akhirnya keluarga dua belah pihak sepakat untuk batal karena virus ini," jelas Marsel yang setiap hari bertugas di Desa Oeseli, Pulau Landu itu.

Marsel menambahkan, setelah dilakukan pertemuan antara kedua keluarga dan pihak gereja, ia sendiri yang menyampaikan bahwa demi kebaikan dan kesehatan keluarga besar serta orang lain, terpaksa pernikahan ditunda untuk sementara waktu hingga keadaan kembali normal.

"Saya sendiri juga memberi satu pencerahan kepada keluarga besar, bahwa kita tidak bisa paksakan ini dan sama-sama mengerti bahwa situasi sekarang dalam keadaan darurat, apalagi dalam imbauan itu dilarang mengumpulkan orang karena virus ini sangat berbahaya, sehingga keluarga di kampung semua mengerti dan pernikahan ditunda untuk waktu yang belum ditentukan kembali," ungkapnya.

Masih menurut Marsel, jika keadaan kembali normal dan sudah ada imbauan pemerintah serta Sinode GMIT, maka pihaknya bersama keluarga akan berkumpul untuk kembali merencanakan pernikahannya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP