Delapan Desa Terdampak Banjir Bandang di Garut, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi
Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat ada delapan desa dari dua kecamatan di Kabupaten Garut yang terdampak banjir bandang. Ratusan rumah mengalami kerusakan dan tak sedikit warga terpaksa mengungsi.
Diketahui peristiwa banjir bandang terjadi pada Sabtu (27/11) siang lalu di Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Sukawengin. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut membuat debit air Sungai Citameng meluap.
Dari data yang berhasil dihimpun, di Desa Karangtengah ada tiga desa yang terdampak. Di antaranya Desa Cinta ada 80 unit rumah terendam, di Desa Cintamanik ada 75 rumah yang terendam sekaligus tiga jembatan mengalami rusak berat. Lalu, Desa Caringin ada 45 rumah terendam.
"Di tiga desa tersebut ada sekitar 200 kepala keluarga (KK) yang terdampak," kata Kasie Kedaruratan BPBD Jabar, Hadi Rahmat, Senin (29/11).
Lalu, di Kecamatan Sukawening ada lima desa yang terdampak, di antaranya Desa Mekarwangi ada 39 rumah rusak ringan dan berat. Desa Sukamukti, 12 rumah mengalami rusak sedang; Desa Sukawening tercatat 46 rumah rusak ringan dan sedang; Desa Mekarhurip tercatat empat rumah rusak berat dan ringan. Terakhir ada desa Mekarluyu yang tercatat tiga unit rumah rusak ringan dan dua konstruksi bendungan mengalami kerusakan.
Dari lima desa itu, ada sekira 317 jiwa terdampak dan harus mengungsi ke tempat lebih aman.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Garut untuk menyiapkan bantuan logistik, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti sembako, sandang, alat kebersihan, perlengkapan sekolah hingga perlengkapan dapur," ucap dia.
"Kami sudah menyalurkan bantuan selimut dan puluhan family kit untuk korban terdampak," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya