Deklarasi jadi capres, Parji Aji ora urus soal aturan threshold
Merdeka.com - Dalam falsafah Jawa, seorang lelaki Jawa harus memiliki lima hal dalam hidupnya untuk mencapai kesempurnaan yakni Wismo (rumah), Wanito (istri) Turonggo (kendaraan) Kukilo (burung peliharaan) dan Curigo (keris). Namun falsafah tidak berlaku bagi Parji Aji Hanengker, Capres Asal Ponorongo dari Partai Kandang Kebo ini, tak perlu keris untuk maju sebagai calon presiden.
"Pusaka saya hanya keyakinan dan bukan keris, perjuangan tanpa keris juga tidak apa-apa kok. Keyakinan sayalah yang membawa untuk menjaga Indonesia agar lebih baik," ujar lelaki yang memiliki gaya pidato ala Bung Karno dan dandanan ala Panglima Besar Jenderal Sudirman ini pada merdeka.com, Selasa (6/5).
Masih menurut Ajiker, sebagai calon presiden dia mengaku tidak memiliki pasukan atau tim sukses yang tertata rapi seperti halnya capres yang sudah bermunculan. "Ibarat panglima perang saya ini panglima tanpa prajurit," tukasnya.
Ajiker mengaku pengalamannya sejak tahun 1995 di Partai Kandang Kebo telah menggodoknya menjadi orang yang kuat. "Saya keluar ini memang saatnya, sebab negara ini perlu diperbaiki di berbagai sistem yang ada, terutama di bidang birokrasinya," jelasnya.
Disinggung berapa uang yang dipersiapkan untuk maju sebagai capres, Ajiker hanya tertawa tanpa menjawab pasti. "Hehehee, pokoknya ada, sebab saya telah banyak bekerja di berbagai bidang. Dan itulah yang menjadikan saya berani menjadi tumbal Indonesia," jelasnya.
Di akhir wawancara disinggung soal syarat presidential threshold 20 persen kursi parlemen menyulitkan dirinya maju menjadi calon presiden, Ajiker hanya menjawab dengan santai. "Itu kan aturannya, tapi sebagai warga negara saya tidak boleh maju sebagai capres," tandasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya