Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Decak kagum Dubes Australia lihat arsitektur Masjid Jamik Malang

Decak kagum Dubes Australia lihat arsitektur Masjid Jamik Malang Dubes Australia kunjungi Masjid Jamik Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, berkunjung ke Masjid Jamik, Kota Malang. Dia mengaku begitu mengagumi arsitektur masjid bersejarah yang memadukan budaya Jawa dan Timur Tengah itu.

Tiba di komplek masjid, Paul berbincang-bincang dengan pengurus di ruang takmir, termasuk mendapat penjelasan seputar sejarah masjid yang berdiri 1890 itu. Kemudian, bersama rombongan berkeliling melihat-lihat kemegahan arsitekturnya.

Paul berkeliling mulai dari lantai 2 yang tersambung dengan ruangan takmir. Dia mengamati sudut-sudut serambi dan atas masjid yang berlapis kayu.

"Saya berbicara kesamaan dan kedekatan muslim Australia dan Indonesia. Selain itu saya sendiri sangat tertarik dengan arsitektur masjidnya," kata Paul di Masjid Jamik Malang, Rabu (23/11).

dubes australia kunjungi masjid jamik malang

Dubes Australia kunjungi Masjid Jamik Malang ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Seperti belum puas di lantai 2, Paul melanjutkan ke lantai satu dan menuju ke ruang utama masjid. Bedug besar dan tiang-tiang besar tidak lepas dari perhatiannya.

Katanya, Australia juga memiliki masjid-masjid bersejarah yang arsitekturnya terus dipertahankan. Ratusan masjid berdiri tersebar di Australia.

"Jumlah masjid di Australia sebanyak 175 masjid dan terus bertambah. Masjid tertua dibangun tahun 1865 dan beberapa waktu lalu berkunjung ke sebuah masjid Perth yang dibangun 1905," katanya.

Kata Paul, Islam masuk ke Australia sekitar tahun 1860-an sehingga tidak sulit menemukan muslim dan komunitasnya. Jumlah paling banyak berasal dari Indonesia disusul beberapa negara lain.

"Islam masuk Australia sejak 1860, tentu saja muslim banyak ditemukan di seluruh Australia. Muslim telah memberi kontribusi besar bagi Australia," katanya.

dubes australia kunjungi masjid jamik malang

Dubes Australia kunjungi Masjid Jamik Malang ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Masjid Jami' sendiri mulai dibangun pada tahun 1890 di tanah pemerintah seluas 2000 meter persegi. Pembangunan masjid ini sendiri dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama mulai dibangun pada tahun 1890, sedangkan tahap kedua dimulai pada 15 Maret 1903 dan rampung pada 13 September 1903.

Masjid Jamik memadukan dua gaya arsitektur yang berbeda yaitu arsitektur Jawa dan Timur Tengah. Gaya arsitektur Jawa masih dapat dilihat dari gaya atap yang masih dipertahankan. Sedangkan gaya timur tengah diadaptasi dalam bentuk kubah masjid serta minaret atau menara yang ada di masjid.

Takmir Masjid Jamik Malang, Zainudin Abdul Mukhid mengungkapkan, kunjungan Duta Besar Australia ini merupakan kunjungan dubes pertama ke Masjid Jamik. Pihaknya memperkenalkan dan mengajak keliling ke komplek masjid.

dubes australia kunjungi masjid jamik malang

Dubes Australia kunjungi Masjid Jamik Malang ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

"Ini kunjungan Duta Besar ke Masjid Jamik. Pak Paul tadi bercerita tentang kerukunan umat beragama," katanya.

Beberapa kerja sama disepakati untuk melakukan pertukaran pelajar muslim dan takmir masjid antara Australian dan Indonesia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP