Debu erupsi Gunung Bromo makin pekat dirasakan warga Malang pagi ini
Merdeka.com - Hujan abu tipis dari erupsi Gunung Bromo dirasakan warga Kota Malang dan sekitarnya. Abu terasa halus namun terasa pekat dan perih jika terkena mata.
Para pengendara motor, yang kebetulan tidak mengenakan kaca penutup akan merasa terganggu dengan debu yang beterbangan. Debu juga mudah menempel di body mobil maupun sepeda motor.
Hary Prasetyo warga Perumahan Araya Kota Malang merasakan pedih saat berkendara. Selama perjalanan dari rumahnya menuju Dinoyo, banyak debu yang menempel di motor dan helm.
"Debunya menempel di jok motor, kaca motor, bahkan di handphone," katanya, Jumat (8/1).
Dian Ayu Antika Hapsari, warga Tebo, Sukun, juga mengalami hal yang serupa. Sejak semalam di rumahnya merasakan ada debu, namun pagi ini terasa lebih pekat.
"Tadi memang tidak membawa kacamata, helm juga tidak ada kacanya. Jadi terasa banget debunya," katanya.
Tika mengaku sesekali mengusap mata dan wajahnya. Ia juga menebaskan jilbab yang juga terlihat titik-titik debu.
Sementara berdasarkan data Pusat Vulkanologi Mistigasi Bencana Geologi (PVMBG), kondisi Gunung Bromo dalam kondisi cerah, angin tenang dengan suhu 12-13°C. Gunung Bromo dalam tetap dalam status siaga.
Asap kelabu dalam kondisi sedang menuju tebal, dengan tekanan sedang. Tinggi asap berkisar 400 meter dari puncak gunung atau 2729 mdpl menuju ke arah barat.
Gempa tremor terus terjadi dengan kisaran 2-19 mm dominan di angka 4 mm. Suara gemuruh sedang terus terdengar dari kawah.
Akibat debu vulkanik juga menyebabkan penutupan Bandara Abdulrachman Saleh Malang. Penutupan dilakukan sejak Selasa (5/1) sampai Sabtu (8/1) pukul 7.30 WIB. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya