Debit Air Sungai Brantas Meningkat, Ratusan Rumah Warga Kota Malang Terdampak Banjir
Merdeka.com - Intensitas hujan yang tinggi di hulu (Kota Batu dan sekitarnya) membuat debit air meningkat tajam di sepanjang Sungai Brantas. Akibatnya air berikut material lumpur masuk ke ratusan rumah-rumah warga sekitar sungai di Kota Malang.
"Terdengar gemuruh banjir, tapi hujan masih gerimis. Hujannya tidak deras. Saya tengok ke sungai airnya sudah besar, langsung naik ke rumah," kata Anis, warga Jalan Bougenvil Bawah Kelurahan Jatimulyo Kota Malang, Kamis (4/11).
Usai adzan Magrib, Anis dan warga sekitar harus meninggalkan rumah dan sementara tinggal di pengungsian. Sekitar 61 Kepala Keluarga RT 02/RW 9 Kelurahan Jatimulyo haus tinggal di lokasi pengungsian sementara waktu.
"Air sudah naik, lumpur masuk rumah, kalau di rumah saya selutut, karena dekat sungai," tegas Anis.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, empat titik lokasi di empat kelurahan terimbas dari peningkatan debit air sungai Brantas, yakni Kelurahan Jatimulyo, Rampal Celaket, Samaan dan Kota Lama.
"Terparah itu di sini, di Jatimulyo RT 02, RW 9," tegasnya di sela mengunjungi para pengungsi di Jatimulyo, Kamis (4/11) malam.
Jumlah rumah di Kelurahan Jatimulyo yang terdampak sebanyak 61 rumah, Kampung Putih (Rampal Celaket) sebanyak 51 Rumah, Samaan sebanyak 30 rumah dan Kedungkandang 7 rumah. Air dan material lumpur masuk ke rumah-rumah warga.
Pemerintah Kota Malang telah menyiapkan dua titik lokasi pengungsian di Samaan dan Senaputra. Sebanyak 200 Jiwa dari Kelurahan Jatimulyo, 175 Jiwa dari Kampung Putih dan 150 Jiwa dari Kelurahan Samaan menempati lokasi pengungsian sementara waktu.
"Kita telah melakukan indetifikasi kebutuhan, bagaimana lokasi pengungsian, kebutuhan dasarnya, air bersih. Dapur umum nanti dipusatkan di Senaptra yang akan supoort kebutuhan makanan. Sabagian masyarakat juga swadaya," ujar Sutiaji.
Warga yang mengungsi rata-rata tidak sempat membawa barang kebutuhan sehari-hari. Karena memang kejadiannya cepat sekali, air dan lumpur masuk rumah warga.
Kapolsek Lowokwaru, Polresta Malang Kota Kompol Suyoto mengatakan intensitas hujan yang tinggi di Kota Batu dan sekitarnya peningkatan debit air sungai. Akibatnya air meluap ke rumah warga di sekitar sungai Brantas.
"Kami telah mengevakuasi korban dan menginventarisir kerugian yang timbul akibat bencana banjir tersebut. Sejauh ini tercatat 60 Rumah terendam banjir dengan korban jiwa nihil, sementara para korban kami tempatkan di Balai RW 09 Kel.Jatimulyo" imbuh Suyoto.
Sementara, curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir bandang di 6 titik di Kota Batu. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, 4 orang hilang dan 6 orang ditemukan dalam kondisi luka-luka. Hingga saat ini petugas masih melakukan upaya penyelamatan warga.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya