Datang dari Bandung, Ano kesulitan cari anaknya yang jadi korban kebakaran gudang
Merdeka.com - Ano (49) salah satu orangtua yang anaknya menjadi korban ledakan pabrik kembang api di Kompleks Pergudangan 99 Jl Raya Raya Salembaran Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, mendatangi Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Pabrik itu sendiri meledak dan terbakar pada Kamis (26/10) kemarin.
Ano yang menggunakan kopiah berwarna putih, kemeja garis-garis berwarna hitam dan celana coklat ini mengaku, jika Gugun Gunawan (17) putra keenam dari delapan bersaudara ini baru saja bekerja di pabrik petasan tersebut.
"Anak saya namanya Gugun Gunawan, dia (Gugun) kerja di pabrik petasan baru 4 bulan kerja dia," kata Ano dengan nada yang lesu di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (27/10).
Kedatangannya ke RS Polri itu ditemani oleh Kepala Desa Batu Layang yang bernama Beben, yang mengetahui Gugun telah menjadi korban ledakan.
Sebelum dirinya datang ke RS Polri, Ano sempat mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Kabupaten, RSIA BUN dan juga Rumah Sakit Mitra Husada. Tapi hasilnya itu negatif, karena dirinya tidak menemui anaknya itu di sana.
"Dateng kesini (RS) Polri, sama pak Kades (Beben) dan keluarga. Karena saya juga tahu dari pak Kades," ujarnya.
Warga RT 1, RW 9 Desa Batu Layang Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menerangkan jika Gugun itu akan pulang untuk berkumpul dengan sanak keluarganya sebelum akhir tahun 2017. Namun, apa daya anaknya itu justru menjadi korban ledakan pabrik petasan.
"Bilangnya tahun baruan pulang dulu, itu belum satu bulan ngomongnya si Gugun," ujarnya.
Selain itu, pria dengan tinggi sekira 160 cm ini mengaku tidak punya firasat apapun terhadap anaknya. Namun, sebelum anaknya menjadi korban ledakan pabrik petasan. Gugun, anak yang baru keluar Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini sempat mengirimkan uang kepada dirinya untuk membeli kendaran roda dua.
"Gugun baru keluar sekolah SMP. Saya enggak ada firasat apa-apa. Dia (Gugun) pernah nelpon saya sebulan yang lalu, terus dia juga sempet kirim uang Rp 500 ribu mau ditabung buat beli motor," akunya.
Meskipun dirinya sudah menyerahkan beberapa dokumen kepada pihak Rumah Sakit Polri, tapi dirinya pun belum mendapatkan kabar tentang anaknya itu yang berambut keriting tersebut dari pihak Rumah Sakit Polri.
"Belum dapat kabar kondisi anak saya bagaimana, udah saya tanya dan saya kasih berkas-berkas KK. Putih rambutnya Gugun dan keriting," ujarnya. (mdk/rzk)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya