Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Data Polisi: 861 Rumah di Banten Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6.6

Data Polisi: 861 Rumah di Banten Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6.6 Rumah rusak di Pandeglang akibat gempa. ©2022 Antara

Merdeka.com - Ratusan rumah rusak akibat gempa magnitudo 6,6 mengguncang Banten, Jumat (14/1). Dengan rincian, rusak ringan 496 rumah, rusak sedang 193 rumah, rusak berat 172 rumah.

"Total ada 861 rumah," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga dalam siaran pers yang diterima.

Shinto mengatakan ada tiga kabupaten terdampak gempam, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang.

"Kabupaten Pandeglang 28 kecamatan atau 115 desa/kelurahan ada rumah rusak ringan sebanyak 413, rusak sedang 170, rusak berat 164 rumah. Di mana ada 13 sekolah, 14 puskesmas, 3 kantor pemerintah, 1 tempat usaha, dan 4 sarana ibadah," katanya.

"Kabupaten Lebak 13 kecamatan 28 desa/kelurahan. Di mana rumah rusak ringan ada 83, rusak sedang 13, rusak berat 7. Di Kabupaten Serang ada 3 kecamatan dan 4 desa/kelurahan. Di mana rusak ringan dan berat nihil, hanya 9 rusak sedang," pungkasnya.

Kapolda Tinjau Lokasi Gempa

Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho memantau langsung ke lokasi terdampak gempa dengan magnitudo 6,6 pada Jumat (14/1) pukul 16.05 WIB. Gempa bumi di Banten tersebut dirasakan juga oleh warga Jabodetabek.

"Kapolda Banten dan beberapa PJU pagi ini pukul 07.30 WIB, berangkat ke Kecamatan Sumur untuk melihat langsung mitigasi bencana," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga, Sabtu (15/1).

Selain itu, Polda Banten akan menurunkan personel untuk membantu menghilangkan atau mengurangi trauma kepada masyarakat.

"Biro SDM Polda Banten telah menyiapkan tim psikologi untuk melaksanakan giat trauma healing bagi korban gempa," katanya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP