Data Polisi: 37 Kapal hangus terbakar, hanya 8 berhasil diselamatkan
Merdeka.com - Kebakaran hebat menghanguskan puluhan kapal ikan di dermaga barat Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Senin (9/7). Dari data yang dimiliki Kapolsek Benoa Kompol Ni Made Sukerti, ada 37 kapal terbakar dan 8 kapal berhasil terselamatkan.
"Kalau data kami, untuk kapal itu ada 37 (terbakar) dan ada 8 (Kapal) yang diselamatkan. Artinya tidak terbakar hanya sedikit saja, dan masih bisa beroperasi. Jadi jumlah keseluruhannya ada 45 kapal dengan yang terselamatkan," ucapnya, saat ditemui di dermaga barat Pelabuhan Benoa Bali. Rabu (11/7).
Namun, lanjut Kapolsek, kepastian data kapal yang terbakar masih menunggu seluruh kapal dipadamakan dan disesuaikan dengan data dari perusahaan.
"Mudah-mudahan dengan cepat dapat dipadamkan semua. Sehingga data yang fix yang sesuai dengan perusahaan dan sesuai dengan kondisi di lapangan," imbuhnya.
Kapolsek menjelaskan, 8 kapal berhasil diselamatkan setelah digeser dari kapal lain yang terbakar. Selain itu, untuk kapal yang terbakar tersebut memang pada saat itu sedang bersandar di dermaga dan siap berlayar.
Polisi masih memeriksa saksi-saksi dari KM Cilcap Jaya Karya yang merupakan titik awal api. Mereka diperiksa di Mapolsek Benoa, Bali.
"Kalau ABK ada 8 orang, penjaga mesin 2 orang, dan Mualimnya 2 orang dan juga Kapten. Walupun tidak ada di tempat, namun tetap kami memintai keterangan apa yang dia (Kapten) lakukan sebelum kejadian, dan semuanya yang ada di kapal itu adalah saksi," jelasnya.
"Kalau dari keterangan saksi, iya fokusnya di mesin itu. Karena dalam kapal itu ada 3 mesin. Pertama satu mesin induk, kedua mesin kapal dan ketiga mesin pendingin dan lampu. Mesin pendingin dan lampu inilah yang hidup waktu itu," tambahnya.
Untuk saat ini, tim forensik Polda Bali masih melakukan indentifikasi atau olah TKP di KM Cilacap Jaya Karya, yang sudah menjadi bangkai. Polisi dibantu warga dan perusahaan untuk menguras air yang ada di dalam kapal tersebut.
"Kalau kapal itu di Police Line, karena kapal itu adalah awal dari titik api. Sehingga itulah yang kami fokuskan. Untuk dari Labfor sendiri kemarin sudah turun, karena air di dalam kapal penuh tidak bisa melanjutkan.Makannya saat ini kita keluarkan dulu airnya," ujarnya.
"Untuk selanjutnya kita bisa tindak lanjuti kembali. Nanti apa yang bisa ditemukan dan apa yang hasil dari indentifikasi. Kita saat ini, fokus mengeluarkan air dari kapal yang pertama terbakar. Kalau target kita, lihat dulu hasil labfor seperti apa, sebenarnya maunya kita secepatnya kalau tidak ada hambatan," tutup Kapolsek.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya