Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Data Menteri PPA: Ada 184 KDRT Terjadi Selama Pandemi Covid-19

Data Menteri PPA: Ada 184 KDRT Terjadi Selama Pandemi Covid-19 Ilustrasi KDRT. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati menjelaskan saat ini masih adanya kasus kekerasan pada perempuan dan anak di tengah pandemi Covid-19. Dia menjelaskan terdapat 275 kasus kekerasan dewasa yang diantaranya 184 adalah korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Berdasarkan data Simponi (Sistem Informasi Online) pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, data simponi pemberdayaan perempuan dan anak tanggal 2 Maret-25 April 2020 tercatat, terdapat 275 kasus kekerasan dewasa dengan total korbannya sebanyak 277, diantaranya 184 adalah korban KDRT," kata I Gusti saat peluncuran aplikasi sehat jiwa yang digagas Kantor Staf Presiden melalui siaran telekonference, Rabu (29/4).

Kemudian juga terdapat kasus kekerasan pada anak dengan memakan korban 407 anak dan terdiri dari 368 kasus. Dia menjelaskan anak-anak dan perempuan lebih banyak jadi korban yaitu sebanyak 300 anak perempuan.

"Terdiri dari 300 anak perempuan korban dan 107 anak laki-laki korban," ungkap I Gusti.

Sementara, Kepala Staf Presiden Moeldoko juga menjelaskan menurut data bantuan hukum asosiasi perempuan Indonesia untuk keadilan atau APIK selama 16 Maret-30 Maret 2020 terdapat 59 kasus kekerasan, perkosaan, pelecehan seksual, dan online pornografi yang terjadi. Diantaranya kasus tersebut meliputi KDRT.

"Kasus tersebut 17 di antaranya adalah kasus KDRT yang ternyata fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia," jelas Moeldoko.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP