Data Covid-19 Tak Sinkron, Gibran Kirim Utusan ke Pemprov Jateng
Merdeka.com - Seiring berakhirnya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4 Senin kemarin, pemerintah pusat belum menurunkan status Kota Solo ke level 3. Padahal berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, kasus harian di Solo sudah mengalami penurunan signifikan. Sehingga sudah selayaknya status Kota Solo turun ke level 3 atau bahkan 2.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menduga telah terjadi ketidaksesuaian data yang dimiliki Pemkot Solo dengan data yang dimiliki Pemprov Jawa Tengah. Untuk itu pihaknya mengirim utusan khusus dari Dinas Kesehatan untuk mengklarifikasi data ke Dinas Kesehatan Provinsi.
“Tim Dinkes sudah berangkat ke Semarang, datanya biar sinkron aja. Pengambilan keputusannya kan berdasarkan data. Turun level atau tidak saya harus klarifikasi ke provinsi,” ujar Gibran, Selasa (10/8).
Gibran menyebut, ketidaksesuaian data disebabkan beberapa faktor. Di antaranya adanya delay, data dari faskes (fasilitas kesehatan) yang belum dipilah antara warga ber-KTP Solo dan luar Solo hingga jumlah kematian.
Selama belum turun level, Gibran menyebut Kota Solo masih menerapkan aturan PPKM sesuai SE (surat edaran) wali kota sebelumnya.
Gibran menilai, penerapan PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 di Solo mulai membuahkan hasil. Terbukti dengan turunnya jumlah kasus aktif maupun penambahan kasus harian.
“Data harian kita sudah bagus sekali kok. Data kesembuhan, kasus aktif. PPKM ini memang sudah mulai memperlihatkan hasil, sudah mulai membaik. Ya tapi jangan kendor,” pungkas dia.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya