Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Darkem bunuh suami pakai martil karena sering dianiaya

Darkem bunuh suami pakai martil karena sering dianiaya Ilustrasi Pembunuhan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pembunuhan keji yang dilakukan Darkem bin Darno (48) terhadap suaminya, Bambang Purwo Mei (56) dilatarbelakangi konflik rumah tangga yang tak kunjung usai selama 25 tahun menjalani masa pernikahan.

Motif tersebut diungkapkan pelaku, saat dimintai keterangan petugas yang di Markas Kepolisian Resor (Polres) Banyumas Jawa Tengah, Senin (10/3). Persoalan tersebut memuncak setelah Bambang mendapat warisan.

"Selama 25 tahun saya menjadi PNS, semuanya saya yang menghidupi dan waktu dia punya uang, saya kira mau diberikan kepada anak-anak, tetapi ternyata tidak," ujarnya di hadapan petugas.

Dia menjelaskan anak-anaknya selama ini membutuhkan biaya pendidikan namun tidak pernah ditanggung. Bahkan, menurut Darkem, suaminya lebih memilih kehilangan keluarga daripada kehilangan harta.

"Saya hanya meminta untuk biaya kuliah anak. Padahal, sudah banyak yang saya jual untuk anak sekolah, tapi dia bilangnya itu agak menyakitkan," ucapnya.

Saat suaminya tertidur di kamar, Darkem mengaku geram karena mengingat dirinya selalu dianiaya sejak awal perkawinan. Bahkan, menurut pengakuannya, dia pernah disuruh minum air kencing. Dalam kondisi gelap mata, dia melihat ada palu di atas lemari dan langsung masuk ke dalam kamar dan menghantamkannya ke kepala sang suami yang tertidur pulas hingga empat kali.

"Saya khilaf setelah berdiri dan melihat ada palu di atas lemari tanpa pikir panjang, saya masuk kamar dan saya pukul kepalanya hingga 4 kali. Saat itu, dia sempat mau melawan sambil terlentang, kemudian saya ambil bantal, saya bekap dia," tuturnya.

Setelah melakukan perbuatan tersebut, Darkem mengatakan anaknya yang berumur 4 tahun bangun dan menangis. Tersangka kemudian keluar kamar dan menidurkan anaknya. Guna menghilangkan kecurigaan, anaknya kemudian dititipkan ke rumah sang adik yang jaraknya tak jauh dari rumah tersangka. Setelah itu, tersangka kembali ke rumah dan mengambil plastik serta tambang untuk mengikat korban dengan kain sprei.

Jenazah suaminya, kemudian digendong dan dinaikkan ke atas motor layaknya seperti orang yang berboncengan. Kemudian, tersangka membawa jenazah suaminya ke daerah Lumbir, Banyumas untuk dibuang. "Pikiran saya saat itu harus dibuang," jelasnya.

Tak kurang dari waktu 24 jam, Polres Banyumas akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Kepala Polres Banyumas, Ajun Komisaris Besar Dwiyono mengatakan tersangka mengaku tidak kuat dengan perlakuan korban yang selalu mengasari dirinya.

"Sudah 7 bulan terakhir, mereka pisah ranjang. Dari pengakuan korban, sudah beberapa kali tersangka merasa dianiaya, bahkan sebelum kejadian itu sendiri mereka sempat bertengkar. Tersangka juga mengalami lebam-lebam di tangan," jelasnya.

Saat ini, Darkem bin Darno (48), masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Polres Banyumas.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP