Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dari mata turun ke meme

Dari mata turun ke meme meme palu ceu popong. ©twitter.com

Merdeka.com - Orang-orang Indonesia memang kreatif. Melihat ada yang 'tak beres' sedikit saja di depan mata, sudah menghasilkan berbagai kreasi guyonan satir dalam bentuk meme-meme lucu yang bikin sakit perut.

Misalnya, seperti saat sidang anggota DPR beberapa waktu. Sang pemimpin sidang, Ceu Popong heboh kehilangan palu. Suasana pun jadi riuh lantaran anggota tertua DPR periode 2014-2019 ini sering ngomong sendiri menggunakan bahasa Sunda.

Al hasil, cerita Ceu Popong yang kehilangan palu itu pun jadi meme-meme lucu yang langsung menyebar di jejaring sosial seperti Twitter, Facebook dan Path.

Tak hanya cerita Ceu Popong saja, artis Syahrini, pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, bahkan Presiden SBY pun menjadi 'korban' meme dan jadi bulan-bulanan di media sosial. Terbaru, Kota Bekasi jadi bulan-bulanan lantaran meme yang mengolok-olok bekasi masif menyebar di dunia maya.

Meme pun kerap dijadikan sebagai senjata untuk menyerang lawan politik. Dalam Pemilu lalu, saling serang serta saling menjatuhkan antara calon presiden pun terjadi lewat meme.

Meme sendiri berasal dari bahasa Inggris, to mime, to imitate, yang artinya menirukan. Berawal dari menirukan gelagat atau tingkah laku orang, akhirnya muncul gambar-gambar unik dan tentunya diimbuhi dengan teks-teks kocak yang bikin tertawa.

Di Indonesia, meme ini memang belum lama booming. Seiring dengan riuhnya media sosial, meme meme pun menjadi makin familiar dan kerap bermunculan.

Merdeka.com hari ini akan mengupas tuntas soal meme. Selamat membaca.

(mdk/war)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP