Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dari kepala Puskesmas hingga Menkes

Dari kepala Puskesmas hingga Menkes Endang Rahayu S. merdeka.com/merdeka.com

Merdeka.com - Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Kesehatan kabinet Indonesia bersatu jilid II, saat masa mudanya lebih familiar dipanggil Enny. Lahir di Jakarta 1 Februari 1955 dalam lingkungan keluarga pendidik.

Endang menempuh pendidikan SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi di Jakarta, lulus sebagai dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1979. Sebelum memenuhi wajib kerja sarjana, ia melangsungkan pernikahan dengan teman sejawatnya, Renny Mamahit. "Saya mematuhi perintah ayah saya," kata Endang menceritakan.

Pada tahun-tahun awal pernikahannya antara 1980 hingga 1983, dilalui pasangan muda ini di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Endang bekerja sebagai kepala Puskesmas Waeparedi di Kecamatan Kewapante, sedangkan Renny menjabat kepala Puskesmas Kecamatan Bola.

Pengalaman bekerja di daerah terpencil yang sulit air dan belum terjangkau listrik, memberinya banyak pelajaran berharga yang sangat bermanfaat dirasakan Endang di kemudian hari. Setelah di NTT, Endang bersama Renny kembali ke Ibu Kota. Endang bekerja di Kanwil Kesehatan DKI Jakarta selama delapan tahun, sedangkan sang suami lebih memilih menyelesaiakn studi dokter kebidanan dan kandungan di FKUI.

Usai menjabat sebagai Kanwil Kesehatan DKI Jakarta, Endang yang mendapat beasiswa dari pemerintah kemudian melanjutkan studi S2 dan S3 di Harvard School of Public Health di Boston, Amerika Serikat. "Saya adalah Doctor of Public Health Indonesia pertaama di Harvard University," lanjut Endang.

Karirnya di Kementerian Kesehatan kemudian dilanjut sebagai peneliti di bidang penelitian dan pengembangan kesehatan. Endang juga aktif menulis artikel. Tercatat sebanyak 50 artikel kesehatan sudah dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional. Karena prestasi yang luar biasa, akhirnya pada 2009 Endang dipercaya SBY menjadi menteri kesehatan.

Kegemaran menulis sudah dimulai sejak Endang duduk di bangku SMP, namun baru berkembang saat ia bekerja di Kanwil Kesehatan. Rajin menulis buku harian, selama beberapa Endang juga menjadi kontributor tetap majalah Ananda dan majalah perkawinan. Beberapa penghargaan yang pernah di perolehnya antara lain Sulianti Award dan Asia Pacific Academics of Public Health (APACPH). (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP