Dari dokter hingga bidan dikirim ke daerah tertinggal dan perbatasan
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas Tim Nusantara Sehat Angkatan I di Istana Negara. Tim ini akan bertugas di puskesmas-puskesmas yang berlokasi di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) di 48 Kabupaten di Indonesia.
"Bismillahirrahmanirrahim, malam hari ini saya lepas Tim Nusantara Sehat angkatan pertama," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/5).
Sedangkan, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, Tim Nusantara Sehat ini merupakan program kementerian kesehatan dan aksinya berdampak langsung kepada masyarakat. Supaya desa-desa tertinggal dan wilayah di perbatasan merasakan bahwa negara hadir untuk mereka.
"Kemenkes menginisiasi sebuah terobosan membentuk barisan nusantara sehat. Ini wujud nyata upaya kami untuk memastikan hadirnya negara di perbatasan, daerah terpencil," jelas Nila.
"Tim ini ada 145 pemuda yang memang datang dengan kemauan sendiri dan kami merekrutnya secara online dan mereka datang sendiri dengan berbagai back ground dokter, perawat, tenaga farmasi, bidan dan lainnya," tambahnya.
Menurut Nila, kesulitan yang dihadapi selama ini oleh Puskesmas, khususnya yang berada di DTPK adalah kurangnya tenaga kesehatan sehingga mereka tidak mampu menjalankan fungsi promotif dan preventif. Melalui program Nusantara Sehat, Kemenkes berupaya untuk memperkuat puskesmas yang ada di daerah-daerah tersebut dengan mengirimkan setidaknya 600 tenaga kesehatan tambahan ke 120 Puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Sebelum pemberangkatan melalui masa pembekalan yang intensif selama 4 minggu, medis dan non medis. Mereka adalah punya integritas dan semangat mengabdi bangsa dan negara. Semoga bapak berkenan meresmikan pengabdian mereka, kami akan meletakkan mereka selama 2 tahun dan akan diganti dengan tim yang baru," tutur Nila.
Nila menambahkan, peserta program adalah para tenaga profesional kesehatan dengan latar belakang medis seperti dokter umum, perawat, bidan, ahli gizi, ahli kesehatan lingkungan, analis kesehatan, tenaga kefarmasian dan tenaga kesehatan masyarakat. Peserta ditetapkan melalui proses seleksi calon berdasarkan resume, tes tertulis dengan esai, wawancara tatap muka, tes psikologi serta Focus Group Discussion (FGD) untuk menilai individu dalam dinamika kelompok.
"Mereka yang lolos seleksi adalah peserta yang memperlihatkan kemampuan sosialisasi dan berkomunikasi yang baik, memperlihatkan inisiatif dan pengambilan keputusan yang baik, serta berkomitmen terhadap tanggung jawab yang disepakati," tutup Nila. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya