Dandim Buleleng Laporkan Kasus Pemukulan ke Polisi
Merdeka.com - Komandan Kodim (Dandim) 1606/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto melaporkan warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, ke polisi. Hal ini setelah diketahui bahwa tidak cuma dirinya yang menjadi korban pemukulan.
"Iya semalam (lapor polisi) ternyata bukan saya sendiri dipukul. Ternyata lainnya," kata Windra Lisrianto saat dihubungi, Selasa (24/8).
Ia juga menerangkan, dari informasi terakhir dari pihak warga Desa Sidetapa, akan datang ke Kodim untuk melakukan mediasi.
"Kita mau lihat bagaimana untuk kelanjutannya. Informasi sekarang mau ke Kodim. Intinya begini, kalau mereka bermediasi dan mau minta maaf namanya manusia kita kan saling memaafkan. Tidak ada masalah," ujarnya.
"Tapi cara mereka kemarin membuat video viral itu sepotong saja. Potongan terakhir dan mudah-mudahan berakhir baik," imbuhnya.
Saat ditanya, apakah nanti jika warga meminta maaf akan dicabut laporan kepada polisi. Pihaknya, menyampaikan hal tersebut akan disesuaikam karena selama ini tugas TNI adalah membantu masyarakat.
"Kalau itu kita akan sesuaikan karena niat kita bantu masyarakat. Kita melaksanakan kegiatan antigen mereka menolak, melawan petugas dan melalukan pemukulan kan seperti itu," ujarnya.
"Itu yang sebenarnya kurang sesuai, kita kan sebagai warga negara yang baik mendukung pemerintah. Anggota saya memukul karena saya dipukul duluan. Seperti itu, jadi jangan memandang permasalahan itu dari satu sisi saja," ujar Letkol Windra.
Seperti yang diberitakan, sebuah video viral di media sosial yang menampilkan beberapa orang berseragam TNI yang memukul remaja. Peristiwa itu, terjadi di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.
Dua remaja itu dihajar anggota TNI, lantaran sempat memukul kepala Dandim Buleleng dari belakang. Setelah remaja tersebut memukul Dandim, anggota TNI yang lain spontan menghajar keduanya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya