Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dana pilkada kurang Rp 7 M, Pemkot Solo pusing

Dana pilkada kurang Rp 7 M, Pemkot Solo pusing Ilustrasi logistik pemilihan umum. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemilihan kepala daerah Solo bakal digelar akhir 2015 mendatang. Meski tinggal beberapa bulan lagi, tapi panitia mengaku masih kekurangan dana sekitar Rp 7 miliar.

Kondisi itu membuat Pemerintah Kota Solo pusing. Pelaksanaan pilkada Kota Solo pun diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 14 miliar. Separuh anggaran sudah disetujui beberapa waktu lalu. Buat menutup kekurangan itu, Pemkot Solo berencana mengajukan tambahan dana melalui APBD Perubahan (APBD-P) 2015.

"Kami segera memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meminta rincian kebutuhan dana pelaksanaan pilkada. Selain itu pula meminta tahapan pilkada yang akan dilaksanakan nanti," ujar Sekretaris Daerah Solo, Budi Suharto, Rabu (15/4).

Budi yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) itu menyampaikan, Pemkot berkewajiban menyediakan anggaran pilkada. Sesuai perhitungan, lanjut Budi, pelaksanaan pilkada diperkirakan bakal menyedot duit sampai Rp 14 miliar. Sementara Pemkot baru mengalokasikan dana pilkada Rp 7 miliar di APBD 2015.

"Dana kekurangan Rp 7 miliar nanti akan digunakan untuk kampanye calon wali kota dengan asumsi lima calon. Tiga calon terdiri atas tiga pasangan dari partai politik dan dua calon independen," ujar Budi.

Dana tersebut, kata Budi, juga digunakan KPU buat honor Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan pembuatan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP