Dana haji lebih baik digunakan kepentingan haji
Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD Jabar Haris Yuliana mengatakan, rencana penggunaan dana haji yang bakal dilakukan pemerintah Indonesia untuk keperluan investasi dan pembangunan dinilai beresiko.
Haris berpendapat, penggunaan anggaran para calon haji yang tidak sedikit ditambah utang yang dimiliki Indonesia cukup membuat resah.
"Kalau dana yang akan digunakan pemerintah itu adalah yang disetor calon haji untuk berangkat haji, bisa saja akan membuat para calon haji gundah. Itu dana yang mereka kumpulkan untuk ibadah. Apa jaminannya dana itu akan ada saat akan digunakan untuk biaya haji," katanya.
Ia mengatakan, secara etika, saat seseorang meminjam uang, peminjam harus meminta izin kepada pemiliknya. Dalam hal ini, pemerintah harus meminta izin kepada masing-masing calon haji yang telah menyetorkan dana tersebut dan menunggu antrean keberangkatan sampai belasan tahun lagi.
Dengan begitu, ia meminta pemerintah bisa kembali mengkaji penggunaan dana umat untuk kepentingan pembangunan infrastruktur.
Ia melanjutkan, akan lebih baik jika dana haji tersebut digunakan untuk perbaikan pelayanan haji dan kepentingan haji. Contohnya, membuat asrama haji di Tanah Air atau pembuatan penginapan haji dan perangkat transportasi haji di Tanah Suci. Fasilitas tersebut pun dapat digunakan untuk jamaah umrah.
"Pelayanan haji setiap tahunnya terus membaik, tapi tetap butuh terus peningkatan. Alangkah baiknya dana tersebut digunakan untuk kepentingan haji," katanya.
Selama ini diketahui saldo dana haji Indonesia mencapai Rp 96 triliun dan dana abadi umat mencapai Rp 3 triliun. Dengan demikian, total dana haji yang terkumpul sebesar Rp 99 triliun. Namun dari total dana tersebut, sebesar Rp 62,6 triliun masih disimpan dalam deposito di perbankan syariah.
(mdk/ibs)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya