Dampak Siklon Tropis Seroja, Tujuh Wilayah di Jateng Berpotensi Hujan Lebat
Merdeka.com - Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani menyatakan Jawa Tengah masuk waspada cuaca ekstrem karena siklon tropis seroja yang berpotensi meningkat dalam 24 jam ke depan. Dampaknya sejumlah wilayah di pesisir selatan hingga pegunungan tengah berpotensi dilanda hujan intensitas sedang hingga lebat.
"Jadi masyarakat di pegunungan tengah sebaiknya mewaspadai kerawanan bencana tanah longsor terutama di daerah dataran rendah yang dekat dengan tebing-tebing pegunungan. Termasuk saat hujan sore hingga malam hari," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Sutikno di Semarang, Jumat (9/4).
Dia menyebut ada beberapa daerah yang terdampak siklon seroja mulai dari Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Banyumas hingga mengarah ke Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo dan Purbalingga. Sebab jika cuaca sedang memburuk, sesuai pantauan BMKG sampai 9 April wilayah Jateng diperkirakan curah hujan di lokasi tersebut bisa diatas 150 milimeter per hari.
"Ada siklon seroja kalau pergerakannya menjauh, nantinya cuaca di sekitar pesisir selatan dan pegunungan tengah menjadi cerah. Tapi kalau siklonnya mendekat, yang terjadi justru ada peluang munculnya hujan intensitas sedang hingga tinggi," ujarnya.
BMKG Meteorologi Semarang saat ini telah memantau pergerakan siklon Seroja real time termasuk ancaman banjir yang bisa terjadi di wilayah bantaran sungai terutama di jalur pesisir selatan. Namun masyarakat tidak perlu khawatir karena upaya kesiapsiagaan bisa dilakukan dengan membenahi infrastruktur wilayah yang rentan terkena banjir dan tanah longsor.
"Tetap tenang, jangan menimbulkan kepanikan. Karena kami akan real time memantau pertumbuhan bibit siklon Seroja setiap jam," terangnya.
Sementara untuk wilayah jalur pantai Utara (Pantura) Jateng, terdapat curah hujan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur secara merata di enam kabupaten kota.
"Seperti Kabupaten Brebes, Pemalang, Pekalongan, Tegal, Kendal, Kota Semarang masih sering diguyur hujan dengan durasi singkat hingga memasuki kemarau pada Mei," tutupnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya