Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dampak Pencemaran, Penghuni Kali Bekasi Menyisakan Ikan Sapu-Sapu

Dampak Pencemaran, Penghuni Kali Bekasi Menyisakan Ikan Sapu-Sapu Kali bekasi hitam ganggu produksi air bersih. ©2019 Merdeka.com/Adi Nugroho

Merdeka.com - Kondisi Kali Bekasi semakin memprihatinkan akibat pencemaran limbah diduga dari industri. Hal ini terjadi berkali-kali setiap tahun. Berimbas pada kepunahan 'penghuni' sungai. Sekarang hanya menyisakan ikan sapu-sapu.

"Mulai sering terjadi pencemaran itu semenjak tahun 2010," kata Ade, seorang pencari ikan di Bendungan Bekasi ketika berbincang dengan merdeka.com, Rabu (31/7).

Ade tahu betul perkembangan Kali Bekasi. Soalnya, dia mencari ikan di aliran sungai tersebut untuk diolah sejak tahun 1994. Dulu, warga Bekasi Utara ini masih sering membawa pulang berbagai jenis ikan mengambang.

"Dulu ikan mas, tawes, baung banyak, sekarang sudah enggak ada, karena enggak kuat dengan kondisi air seperti ini (hitam akibat pencemaran)," ujar bapak tiga anak ini.

pencari ikan sapu sapu di kali bekasi

Menurut dia, jenis ikan yang masih bertahan hidup dengan kondisi Kali Bekasi saat ini hanya ikan sapu-sapu. Setiap hari, dia bisa mengumpulkan ikan dengan ciri khas sisik keras ini mencapai 30 kilogram.

Pencemaran Kali Bekasi tak hanya melenyapkan penghuninya. Melainkan mengancam produksi air bersih di PDAM Tirta Patriot, perusahaan daerah milik Pemerintah Kota Bekasi. Semenjak sepuluh hari terakhir ini, perusahaan ini mengurangi produksi sari semula 490 liter perdetik menjadi 420 liter perdetik.

Air yang diproduksi itu berasal dari Kalimalang. Sebab, suplai air baku dari Kali Bekasi disetop. "Dari Kalimalang 2000 liter perdetik, sedangkan dari Kali Bekasi yang disetop biasanya 4000 liter perdetik," kata Humas PDAM Tirta Patriot Uci Indrawijaya.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menuding pencemar Kali Bekasi berasal dari wilayah Bogor. Hal ini setelah tim di lapangan melakukan penelusuran pada pekan lalu. Hasilnya, limbah sudah tampak di Kali Cileungsi, hulu Kali Bekasi.

"Kami menyarankan agar masyarakat tidak menyentuh air Kali Bekasi, takut iritasi dan gatal, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari, sangat tidak disarankan," ujar Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Masriwati.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP