Dampak Pandemi dan PPKM, 72 Hotel dan Restoran di DIY Tutup Permanen
Merdeka.com - Sebanyak 72 hotel dan restoran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tutup permanen akibat terdampak pandemi Covid-19 dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jumlahnya diprediksi akan terus bertambah jika penyebaran wabah ini tak kunjung berakhir.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, sebelum PPKM diterapkan, ada 50 hotel dan restoran yang tutup permanen akibat pandemi Covid-19. Setelah ada pemberlakuan PPKM, jumlah hotel dan restoran yang tutup permanen di DIY bertambah menjadi 72 unit usaha.
"Yang tutup disampaikan ke ketua (PHRI) ada 72 hotel dan restoran. Tutup permanen. Ini dampaknya luar biasa," kata Deddy saat dihubungi, Jumat (27/8).
Deddy merinci, usaha yang ditutup terdiri dari 42 hotel. Selebihnya, terdapat 30 usaha restoran yang ditutup.
Hotel yang ditutup, kata Deddy, mulai nonbintang hingga berbintang. Sementara restoran yang tutup permanen kebanyakan restoran kecil.
Deddy menjabarkan, tak hanya membuat hotel dan restoran tutup permanen, PPKM juga berdampak pada PHK pegawai.
"Dulu awal pandemi, karyawan yang dirumahkan hanya 30 persen. Sekarang sudah mencapai 60-70 persen yang dirumahkan," sebut Deddy.
Meskipun saat ini telah ada uji coba pembukaan mal, menurut Deddy, belum ada dampak signifikan yang dirasakan pengelola hotel dan restoran. Namun dia tetap menilai pembukaan pusat perbelanjaan itu bisa jadi angin segar bagi dunia pariwisata.
"Mal dibuka itu berdampak dengan image. Orang kalau mau ke Yogya ada keperluan bisnis bisa ke mal, karena objek wisata sudah tertutup," tutup Deddy.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya