Dampak Pandemi, 70 Persen Kendaraan Angkutan di Bali Dijual
Merdeka.com - Wakil Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bali Nyoman Arthaya Sena menyampaikan, jasa transportasi angkutan terpukul selama hampir dua tahun pandemi Covid-19. Dampaknya, hampir 70 persen kendaraan mereka dijual.
"Sangat memukul usaha kami, semua pengusaha-pengusaha boleh dikatakan hancur waktu itu. Hampir 70 persen kendaraan itu dijual tidak bisa bayar kredit, atau dibalikin lagi ke lembaga-lembaga keuangan," kata Sena di Canggu, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (26/10).
Menurutnya, imbas Pandemi Covid-19 banyak para pengusaha jasa transportasi frustasi. Sedangkan untuk jumlah kerugian yang dialami pengusaha transportasi, diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
"Kalau kerugian masing-masing mungkin triliun semua pengusaha. Kalau, saya tidak menghitung satu per satu karena mereka juga malas melaporkan apa yang mereka sampaikan. Karena ini, sudah membuat mereka mati suri sehingga banyak yang tidak mau bicara lagi berapa mereka habis," ungkapnya.
Ia juga menyatakan, untuk perusahaan di bawah naungan Organda Bali, ada 300 lebih yang berbentuk PT dan koperasi.
"Kalau PHK karena sifatnya pengemudi tidak terikat sebagai pekerja tetap, mereka akhirnya berhenti sementara dan pulang ke kampung masing-masing. Dan kendaraan mereka yang sudah dijual otomatis mereka tidak bekerja lagi," ujarnya.
Organda tidak mengetahui apakah ada perusahaan yang sampai bangkrut lantaran imbas dari pandemi. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya